Kasus Dugaan Bullying, Plt Kadisdik Masykur Sebut Tunggu Hasil TPF Lakukan Evaluasi

Kasus Dugaan Bullying, Plt Kadisdik Masykur  Sebut Tunggu Hasil TPF Lakukan Evaluasi

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru belum melakukan evaluasi terhadap pihak sekolah terkait kasus dugaan bullying yang menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) hingga meninggal dunia. Hingga kini, Disdik masih menunggu laporan lengkap dari tim pencari fakta yang baru mengumpulkan informasi awal di lapangan.
?
?Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan tim telah dibentuk sesuai arahan Wali Kota dan sudah bekerja dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah pihak di sekolah.
?
?"Arahan Pak Wali, bahwa kita diminta untuk membentuk tim dan tim sudah bekerja, turun ke sekolah dan memanggil ataupun mewawancara lah para pihak, dan kita tunggulah hasil dari tim ini," ujar Masykur, Rabu (3/12/2025).
?
?Meski kasus dugaan perundungan disebut-sebut telah berulang dan diduga diketahui pihak sekolah, Disdik Pekanbaru belum mengambil langkah tegas sebelum laporan resmi diterima. "Tentu kita tengok ya hasil dari tim ini. Tentu kalau ada hal-hal lain tentu ada mekanisme lanjutan. Kita tunggu saja lah," ucapnya.
?
?Menurut Masykur, tim investigasi memiliki target penyelesaian dan diminta menyampaikan laporan dalam waktu dekat. Namun evaluasi terhadap pihak sekolah baru akan dilakukan setelah hasil final dirampungkan.
?
?"Tentu pasti ada (target waktu) ya. Besok pagi kita minta laporan dari tim ya. Tim kan lengkap ya, semuanya kita ikutkan," ujarnya, yang juga menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru.
?
?Ia menambahkan, tim telah memperoleh sejumlah fakta awal dari hasil wawancara dengan guru, wali kelas, dan teman sekelas korban. Namun ia belum dapat membeberkan temuan tersebut. "Yang kita dapatkan kan informasi-informasi baik dari guru, wali kelas, teman sekelas almarhum. Tentu banyak informasi yang kita dapat. Kita tunggu saja lah," tutup Masykur.
?
?Sementara itu, Satreskrim Polresta Pekanbaru turut memproses penyelidikan kasus ini. Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, menyebut pemanggilan saksi akan segera dilakukan. "Laporan telah diterima. Kita akan melakukan pemanggilan saksi, dijadwalkan," jelasnya, Senin (1/12).
?
?Pihak sekolah serta terlapor juga akan dipanggil untuk memberikan keterangan. "Kemarin sudah diperiksa orang tua, ini dijadwalkan pihak sekolah," tambahnya.
?
?Orang tua korban sebelumnya mendatangi Mapolresta Pekanbaru sambil membawa foto anak mereka, MAR, untuk melaporkan dugaan bullying yang dinilai menjadi penyebab meninggalnya sang putra. Kuasa hukum keluarga, Suroto, mengatakan laporan dibuat untuk meluruskan informasi yang berkembang.
?
?"Membuat laporan polisi karena beritanya semakin simpang siur, itu membuat kecewa keluarga korban," ujar Suroto.
?
?Ia juga membantah klaim adanya penyakit bawaan pada korban seperti yang disampaikan pihak sekolah. "Keluarga menyampaikan tidak ada penyakit bawaan. Adanya kebocoran jantung dua titik dan paru-paru bocor itu yang disampaikan pihak dokter, ini akibat adanya peristiwa bullying,” tegasnya.
?
?Dalam laporannya, keluarga tidak mencantumkan terlapor dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab. "Keluarga akan bercerita sesuai fakta, nanti siapa yang pelaku peristiwa pertama dan siapa pelaku peristiwa kedua. Kalau siapa yang terlibat biar penyidik, tapi fokus dari kami itu pembullyan," ujarnya.
?
?Suroto menyebut pihaknya juga telah menyiapkan saksi lain yang mengaku pernah menjadi korban oleh pelaku yang sama. "Kita hanya menyampaikan bahwa pembullyan benar terjadi dan kami bisa ajukan saksi yang juga pernah menjadi korban. Kalau bicara bukti, pelaku di peristiwa pertama dia mengaku, yang di peristiwa kedua juga mengakui," tutupnya.

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional