PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Muhammad Yunus, mewakili Wali Kota Dumai, menghadiri agenda Seminar Nasional Pengadaan yang bertajuk "Kebijakan Publik, Talenta Pengadaan dan Kewirausahaan Sosial dalam Pengadaan Berkelanjutan" di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan yang ditaja oleh Politeknik Pengadaan Nasional (Polteknas) ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau dalam hal ini diwakili Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Gunawan Agus Riyanto.
Acara seminar nasional tahun kedua tersebut dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) dan pembentukan konsorsium riset dan publikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Setdako Dumai turut menyerahkan dokumen Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemerintah Kota Dumai dengan Politeknik Pengadaan Nasional.
MoU ini meliputi Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Dumai Melalui Tridharma Perguruan Tinggi, dengan Nomor: 249/MOU-PPN/XII/2025 dan Nomor: 415.4/KS/KB/2025/032. Dokumen ini sebelumnya telah ditandatangani oleh Direktur Polteknas Komala Sari dan Wali Kota Dumai H Paisal.
Asisten I Setdako Dumai Muhammad Yunus menyampaikan bahwa kerja sama melalui MoU ini merupakan langkah konkret pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas SDM dan tata kelola pemerintahan, khususnya di bidang pengadaan.
"Kami berharap kolaborasi dengan Politeknik Pengadaan Nasional dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pembangunan di Dumai Kota Idaman," tuturnya.
Mewakili Gubernur Riau, Plt Kepala Biro PBJ Setdaprov Riau, Gunawan Agus Riyanto, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menyambut baik pelaksanaan seminar ini.
"Kami berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dalam mengembangkan pengadaan berkelanjutan. Semoga seminar ini dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan upaya-upaya peningkatan pengadaan berkelanjutan secara umum dan secara khususnya di Provinsi Riau," ungkap Gunawan.
Sementara itu, Direktur Polteknas Komalasari mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam memperkuat riset dan inovasi berjenjang nasional.
"Seminar nasional pengadaan ini juga menjadi wadah yang strategis bagi kalangan akademisi dan pemerintah untuk memperdalam pemahaman, bertukar gagasan, pengalaman, serta strategi implementatif dalam upaya memperkuat ekosistem pengadaan nasional yang berorientasi pada inovasi, profesionalisme, dan prinsip keberlanjutan," jelas Komalasari.
Di sisi lain, Kepala LL Dikti Wilayah XVII Dr Nopriadi mewakili Dirjen Dikti Sain Teknologi, Kemendiktisaintek RI, Prof. Dr. Khairul Munadi, menyampaikan bahwa pengadaan adalah jantung kebijakan publik.
"Jika jantung ini kuat, pembangunan negara akan sehat. Jika jantung ini lemah, maka pelayanan publik akan ikut terganggu," ujarnya.
Seminar ini diperkuat dengan paparan materi dari keynote speaker Ferdiansyah (Anggota Komisi X DPR RI), Suharti (Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM LKPP RI), dan Asintel Kejati Riau, Sapta Putra.
Listrik Indonesia

