Tolak Dilalui Truk Arara Abadi, Pemuda Sorek Satu Blokir Jalan Datuk Laksamana

Tolak Dilalui Truk Arara Abadi, Pemuda Sorek Satu  Blokir Jalan Datuk Laksamana
Sejumlah pemuda Sorek Satu melakukan aksi menolak truk PT Arara Abadi melintasi Jalan Datuk Laksamana Pangkalan Kuras, Pelalawan, Rabu (17/12/2025).

SOREK SATU(RIAUSKYCOM)- Warga Sorek Satu terusik dengan aksi PT Arara Abadi yang menggunakan jalan Datuk Laksamana sebagai jalur lalu lintas truk kayu milik perusahaan.

Warga menyampaikan penolakan mereka terhadap kegiatan truk perusahaan yang melintasi pemukiman dan jalan lintas utama warga Sorek Satu.

Warga pun melakukan penutupan badan jalan Datuk Laksamana. Karena tidak ingin aktivitas lalu lintas truk kayu milik PT Arara Abadi itu mengganggu ketenteraman mereka.

Itu diungkapkan  perwakilan  pemuda  dan masyarakat setempat, Hasan dan  Dedi Andi, kepada riausky.com, Rabu (17/12/2025).

Dikatakan mereka, truk milik PT Arara Abadi selama ini tidak melintasi Jalan Datuk Laksamana. Mereka melintasi jalan lingkar truk balak. Namun, dalam beberapa hari ini, truk milik perusahaan melintas melalui jalan pemukiman warga yang padat aktivitas dan tidak dibangun untuk dilalui kapasitas kendaraan berukuran besar seperti truk-truk milik PT Arara Abadi.

''Kami menolak truk perusahaan melintasi jalan ini. Karena itulah, kami tidak membenarkan  truk bermuatan kayu milik perusahaan untuk menggunakan jalan yang biasa mereka lalui,'' ungkap Dedi.

Dari penelusuran riausky.com, di lapangan, pengalihan arus lalu lintas truk milik PT Arara Abadi di Sorek Satu  ternyata didasari oleh adanya surat dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan  yang membenarkan truk-truk tersebut melintasi jalan Datuk Laksamana.

Surat tersebut dikeluarkan tanpa proses musyawarah bersama dengan warga. Sementara warga sendiri selama ini memang tidak mengizinkan truk bermuatan kayu dan berukuran besar melintasi jalan tersebut.

''Jalan ini adalah satu-satunya jalan yang dilintasi seluruh warga di Sorek Satu. Jalan ini akses untuk seluruh warga. Ketika jalan ini dilalui truk, maka habislah seluruh badan jalan itu untuk kepentingan truk berukuran jumbo itu,'' timpal Warga.

Dia juga menjelaskan, warga tidak bermaksud menghambat atau menghalangi aktivitas perusahaan. Namun lebih kepada menjaga kenyamanan warga.

''Kemarin salah satu truk  yang sempat melintas menarik kabel listrik milik salah satu rumah warga, sehingga meteran di rumah tersebut copot. Belum lagi kalau nanti jalan rusak, debu dan ketidaknyamanan lainnya yang bisa terjadi,'' kata dia.

''Warga Sorek Satu, jelas dia baru beberapa tahun ini  bisa menikmati jalan beraspal, mulus dan tidak berlubang. Karena itulah, kami berusaha menjaga agar tidak sampai rusak,'' kata dia.

Selain itu, jelas dia, di beberapa titik ruas jalan juga ada jalur air yang membentang membelah jalan. Dikhawatirkan bila dilalui setiap hari oleh truk bermuatan kayu yang rata-rata tonasenya berkisar 20 ton, maka jalur air juga akan hancur.

''Karena itu, kami memohon dengan sepenuhnya agar perusahaan menggunakan jalan yang sudah bertahun-tahun ini mereka lintasi,'' kata dia.

Sementara itu, dari laporan warga, sebelumnya, Camat Pangkalan Kuras sempat meminta izin kepada warga untuk bisa meloloskan tiga unit truk kayu milik perusahaan melintasi jalan Datuk Laksamana. Namun, warga dan umumnya pemuda menolak.

Riausky mencoba mengkonfirmasi humas PT Arara Abadi  Nurul Huda dan Ari, namun keduanya tidak memberikan jawaban apapun, walau pun permohonan konfirmasi yang disampaikan dibaca. (R02)

 

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional