PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru.
Kunjungan rombongan disambut oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Dedy Sambudi, Sekretaris Dinas Adrizal, Kasubag Umum Dedek Sulaiman dan staf.
Sementara itu, rombongan DPRD Kabupaten Asahan terdiri atas Ketua rombongan Irwan Lumumba, Yoga Siliwa Panjaitan, H. Mansyur Marpaung, Satria Bakti Sihombing, Andi Parulian Sitorus dan Hendra Rikardo Simbolon.
Dalam penjelasannya, Ketua rombongan, Irwan Lumumba mengungkapkan kehadiran mereka di Pekanbaru dalam rangka mendapatkan informasi, belajar terkait dengan program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan sistim anggaran.
Dikatakan Irwan, mereka mendapatkan masukan bahwa Pekanbaru bukanlah daerah produsen untuk komoditas pangan, namun kondisi ketahanan pangannya relatif baik.
''Kami ingin mendapatkan masukan terkait program-program yang dilaksanakan dan bentuk dukungan pemerintah terkait program yang berkaitan dengan pangan,''ungkap Irwan.
Dia juga ingin mendapatkan gambaran tentang keberhasilan Pekanbaru menuntaskan seluruh utang tunda bayar bahkan informasinya Pekanbaru sampau surplus anggaran. ''Sebagai DPRD, kami juga ingin apa yang kami pelajari ini akan bisa dilaksanakan di Kabupaten Asahan,''kata dia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi membenarkan kondisi eksisting Kota Pekanbaru yang memang bukan sebagai daerah sentra produksi, khususnya untuk komoditas cabai, bawang, beras dan beberapa sayuran dengan kultur cuaca yang relatif rendah. Namun, untuk komoditas lainnya, Pekanbaru mempunyai cadangan pangan yang mencukupi, seperti sayur mayur, ayam, ikan dan komoditas lainnya yang dibudidayakan oleh petani di tingkat lokal.
Hanya saja, memang untuk cabai merah, bawang dan beras, didatangkan dari daerah-daerah di sekitar.
''Misalnya cabai merah, kami harus mendatangkan dari Sumbar, sumut, jawa dan aceh. Sementara untuk bawang didatangkan dari Solok Sumbar dan jawa. Begitu juga dengan beras yang selain disediakan dari kabupaten dan kota di sekitar Pekanbaru, juga dari provinsi tetangga,'' ungkap Dedy.
Dan untuk memastikan ketersediaan juga stabilitas harga, Pemko Pekanbaru, melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan monitoring harga secara harian dari pasar-pasar yang ada.
''Alhamdulillah, sejauh ini ketersediaan dan harga komoditas pangan kita masih stabil. Cabai merah bukit (Sumbar) sekarang di Rp60.000, sementara untuk cabai merah medan Rp50.000 per kilogram. Tapi persediaannya mencukupi,'' kata dia.
Dedy juga menjelaskan komitmen Pemko Pekanbaru dalam memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi dan harganya terjangkau.
''Tahun 2025 ini, kita melaksanakan 40 kali GPM. Tahun 2026 besok, berdasarkan arahan Wali Kota, akan dilaksanakan di 83 kelurahan yang ada di Pekanbaru, artinya ada peningkatan untuk jumlah pelaksanaan kegiatan,'' kata dia.
Selain itu, bila pada tahun 2025 lalu, Pemko baru bisa mengalokasikan bantuan untuk 400 KK warga di 3 kelurahan. Pada tahun 2026 ini, akan ada 3000 KK yang akan menerima bantuan pangan untuk masyarakat dengan kriteria tidak mampu.
Itu semua, sebut Dedy, bisa terlaksana karena memang Wali Kota Pekanbaru memiliki komitmen yang kuat dalam memastikan setiap program yang dilaksanakan harus berdampak langsung dan menyentuh kepentingan masyarakat.
''Kita juga masih akan mensupport penanggulangan stunting. Namun, pada tahun 2026 ini, Pemko Pekanbaru akan melibatkan lebih banyak pastisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk bersama-sama,'' kata Dedy.
Untuk dunia usaha, Pemko sudah membuat beberapa pendekatan untuk penanganan stunting melalui upaya kolaborasi, seperti dengan PT PLN, Angkasapura dan beberapa lainnya.
Sejumlah anggota DPRD Asahan tampak mengagumi langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru dalam bidang ketahanan pangan.
''Tentunya kami berharap apa yang kami dapatkan di Pekanbaru ini tidak hanya sebagai informasi, tapi juga bisa dilaksanakan di Asahan. Sekarang kita memang belum punya banyak program seperti itu. Tapi kita berharap ilmu yang kita dapatkan ini di Pekanbaru bisa dilaksanakan di Asahan oleh pemerintah daerah,'' Kata dia.(R04)
Listrik Indonesia

