PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengaku dia mendapati banyak keluhan dari pedagang di pasar-pasar tradisional.
Salah satu yang menjadi keluhan para pedagang adalah, keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berdampak terhadap aktivitas pembelian bahan kebutuhan pokok di pasar.
Itu disebabkan banyak pelaku usaha dapur MBG tidak berbelanja di pasar-pasar yang ada.
''Saya banyak menerima keluhan dari pedagang. Karena adanya MBG, sekarang pembeli di pasar itu agak kurang, karena banyak pemasok, banyak orang yang masuk. Kadang serba salah juga kita. Nggak kita jaga susah, sementara ke sini, pemasok banyak. Akibatnya di pasar, pedagang mengeluh banyak tak laku (dagangan,red), omzet pedagang turun,''ungkap SF Hariyanto saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kompleks Gedung Daerah di Jalan Diponegoro Pekanbaru yang dihadiri jajaran Forkopimda juga kepala daerah se Provinsi Riau, Rabu (11/3/2026).
Kondisi itu, diakui SF Hariyanto disampaikan para pedagang kepadanya. ''Pak Gub, tolonglah bantu Pak Gub, ini kalau begini, MGB tidak pernah beli sama kami, mereka langsung beli ke agen supaya harganya lebih murah,'' ungkap SF meyampaikan keluhan pedagang.
Karena itulah, sebut SF Hariyanto, pihaknya sangat mengapresiasi keberadan BUMD pangan dalam mendukung stabilisasi harga sekaligus mengendalikan inflasi.
Karena itulah, dia mengajak seluruh kepala daerah di Riau untuk membentuk BUMD khusus pangan masing-masing.
Karena besar pengaruhnya dalam upaya menekan lonjakan harga yang bisa berpengaruh terhadap inflasi.
''Memang kita punya BUMD, tapi dengan keterbatasan sumber daya, tentunya kemampuannya juga terbatas untuk bisa secara intens turun ke daerah. Dengan adanya BUMD pangan di kabupaten kota, setidaknya bisa lebih sering melakukan kegiatan menekan lonjakan harga,'' kata dia.
Dia mencontohkan, sebelumnya pernah ke Rohil. ''Saya ke sana. Kebetulan yang dibawa cuma satu truk. Sambil saya kasih sambutan, itu semua pasokannya sudah habis terjual. Banyak warga yang menanyakan, kenapa yang dibawa cuma sedikit. Disinilah, kita harapkan upaya untuk menggelar kegiatan seperti pangan murah ini bisa lebih sering dilaksanakan,'' lanjut Hariyanto.
Adapun inti dari pelaksanaan kegiatan stabilisasi harga ini sendiri adalah memotong mata rantai penjualan harga komoditas pangan di daerah, sehingga harga sampai ke masyarakat bisa lebih murah.(R04)

