PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau kembali melaksanakan aktivitas perkantoran pasca libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel pagi pada Senin (30/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, dan diikuti oleh seluruh pejabat administrator, pejabat fungsional, pelaksana, PPPK, serta Non ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Riau.
Dalam arahannya, Muliardi menyampaikan bahwa masa libur dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) telah berakhir. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayanan kepada masyarakat harus kembali berjalan secara optimal guna mendukung program prioritas Kementerian Agama yang berdampak.
“Masa libur telah usai, saatnya kita kembali fokus pada tugas dan fungsi masing-masing. Seluruh layanan harus kembali difungsikan secara maksimal sebagai bagian dari komitmen kita mendukung program Kementerian Agama yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Muliardi juga mengingatkan pentingnya menyatukan kembali semangat kerja dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan publik. Menurutnya, aktivitas kerja tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk memulai kembali tugas dengan energi baru serta integritas yang lebih kuat.
“Pelayanan publik adalah wajah kita. Masyarakat menilai Kementerian Agama melalui bagaimana kita melayani mereka. Karena itu, saya berharap setiap unit kerja mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, transparan, dan memberikan kepuasan bagi masyarakat. Jangan ada layanan yang berbelit, jangan ada informasi yang tidak terbuka, dan jangan ada sikap yang mengurangi kepercayaan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama bulan Ramadhan, seperti keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan.
“Nilai-nilai Ramadhan jangan berhenti setelah bulan suci berlalu. Justru saat ini adalah waktu untuk mengimplementasikannya dalam pekerjaan, pelayanan, dan interaksi sehari-hari. Budaya berbagi juga perlu terus dijaga, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi menjadi kebiasaan di bulan-bulan berikutnya,” tambahnya.
Muliardi juga menekankan pentingnya sinergi dalam organisasi yang besar dan kompleks. Ia menyebutkan bahwa koordinasi yang baik, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi yang kuat antarunit kerja menjadi kunci dalam mencapai tujuan organisasi secara optimal.
“Mari kita bangun kebersamaan, saling mendukung, dan saling menguatkan demi tercapainya kinerja yang maksimal,” pungkasnya.(*)
Listrik Indonesia

