Menanam Moderasi, Menjaga Bumi: Ikhtiar Penyuluh Agama Kampar Merawat Harmoni dan Lingkungan

Menanam Moderasi, Menjaga Bumi: Ikhtiar Penyuluh Agama Kampar Merawat Harmoni dan Lingkungan

KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Di tengah tantangan perubahan iklim dan semakin pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan, Kementerian Agama Kabupaten Kampar menghadirkan sebuah gerakan yang memadukan kepedulian terhadap manusia dan alam. Melalui sinergi antara Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kampar dan Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kabupaten Kampar, kegiatan Kemah Moderasi dan Penghijauan Ekoteologi disiapkan untuk digelar pada awal Juli 2026 di Desa Salo, Kecamatan Salo.

Persiapan kegiatan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kabag Tata Usaha Kemenag Kampar, H. Ahmad Fadhli, SH, bersama Kasi Bimas Islam, H. Zulfaimar, S.Ag., M.A.P., Kamis (04/06/2026), di ruang kerja Kabag TU Kemenag Kabupaten Kampar.

Bagi sebagian orang, menanam pohon mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas penghijauan biasa. Namun bagi para penyuluh agama di Kabupaten Kampar, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas. Menjaga alam dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Karena itu, sebelum kegiatan penghijauan dilaksanakan, para penyuluh agama akan mengikuti Kemah Moderasi, sebuah ruang pembelajaran dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Melalui kemah tersebut, para penyuluh diharapkan semakin kokoh dalam menyebarkan pesan kerukunan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

Dalam arahannya, H. Ahmad Fadhli menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh panitia dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap rangkaian acara harus disusun secara matang agar tujuan utama kegiatan dapat tercapai, yakni memperkuat moderasi beragama sekaligus membangun kesadaran ekologis masyarakat.

"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ada nilai pendidikan, penguatan karakter, dan kepedulian lingkungan yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kampar, H. Zulfaimar, mengajak seluruh penyuluh agama di Kabupaten Kampar untuk terlibat aktif. Menurutnya, keberhasilan program ini akan menjadi cerminan komitmen penyuluh agama dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Kampar direncanakan hadir dalam kegiatan penghijauan ekoteologi tersebut.

"Insya Allah, 21 Kepala KUA di bawah naungan Kemenag Kabupaten Kampar akan hadir pada kegiatan penghijauan ekoteologi sinergitas IPARI Kampar dengan Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar," ungkapnya.

Lebih jauh, Zulfaimar berharap keterlibatan penyuluh agama dari berbagai agama dapat menjadi simbol kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang melampaui sekat-sekat perbedaan.

Di sisi lain, Ketua Panitia, Ustadz Zamhasri, mengungkapkan bahwa persiapan terus dilakukan secara maksimal. Dukungan yang mengalir dari berbagai pihak menjadi energi tersendiri bagi panitia untuk mewujudkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan perhatian dan dukungan terhadap program tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah perusahaan swasta yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan juga turut memberikan dukungan.

Bagi Kabupaten Kampar yang dikenal dengan kekayaan alamnya, gerakan penghijauan ekoteologi menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus menyentuh kesadaran manusia untuk menjaga keseimbangan alam demi generasi mendatang.

Melalui Kemah Moderasi dan Penghijauan Ekoteologi, para penyuluh agama Kampar ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar dan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Menanam pohon menjadi simbol harapan, sementara moderasi beragama menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang damai, harmonis, dan berkelanjutan.

Di Desa Salo nanti, bibit-bibit pohon yang ditanam tidak hanya diharapkan tumbuh menjadi rindang. Lebih dari itu, ia menjadi penanda tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah, dan merawat kerukunan adalah investasi bagi masa depan bangsa.

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional