PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Tim dari Asian Development Bank (ADB) melakukan kunjungan ke Kota Pekanbaru untuk mendokumentasikan hasil pembangunan dan pengelolaan sistem sanitasi yang telah berjalan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kegiatan ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dari masyarakat penerima manfaat serta pemerintah daerah terkait dampak dan keberlanjutan program tersebut.
"Hari ini, kami melakukan kegiatan dokumentasi untuk melihat hasil pembangunan perbaikan sanitasi di Kota Pekanbaru. Kami ingin mendapatkan masukan dari penerima manfaat, baik rumah tangga maupun komersial, mengenai kualitas layanan pengolahan limbah yang mereka terima serta harapan mereka ke depan," kata perwakilan ADB usai mewawancarai salah seorang warga Jalan Kampung Baru, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (17/5/2026).
Selain mewawancarai masyarakat penerima manfaat, tim ADB juga melakukan diskusi dengan pengelola program dan Pemko Pekanbaru, termasuk kepala daerahnya. Hal ini guna mengetahui dampak proyek yang telah dilaksanakan.
Hasil dokumentasi tersebut akan disampaikan kepada berbagai pihak, tidak hanya di lingkungan Pemko Pekanbaru, tetapi juga kepada pemerintah pusat dan mitra-mitra ADB lainnya. Dari hasil wawancara, ADB menemukan bahwa warga Pekanbaru merasakan manfaat signifikan setelah hadirnya layanan IPAL.
Sebelum program tersebut berjalan, warga harus menggunakan jasa penyedotan septic tank milik swasta dengan biaya yang relatif lebih tinggi.
Kini, layanan pengelolaan air limbah menjadi lebih mudah diakses, terjadwal, dan memiliki tarif yang lebih terjangkau.
"Ketika septic tank penuh, warga cukup menghubungi pengelola. Layanannya lebih mudah, lebih teratur, dan tarifnya juga lebih rendah dibandingkan sebelumnya," jelasnya.
ADB juga menilai salah satu keunggulan program ini adalah mekanisme penetapan tarif yang dilakukan oleh Pemko Pekanbaru melalui proses musyawarah bersama warga penerima manfaat. Dengan demikian, besaran retribusi dapat disesuaikan dengan kondisi daerah tanpa harus ditetapkan secara seragam dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Air Limbah (PAL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Alpa Platini mengatakan, kunjungan ADB juga bertujuan melihat respons masyarakat terhadap layanan IPAL dan proses penetapan tarif retribusi yang diterapkan Pemko Pekanbaru. Operasional IPAL mulai berjalan sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada Mei 2024.
"Dasar hukum penetapan tarif diatur dalam Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Penetapan tarif melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pembahasan internal pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah terkait, bagian hukum, hingga pembahasan bersama panitia khusus DPRD Kota Pekanbaru," ungkapnya.
Tarif retribusi layanan IPAL sekitar Rp15.000 setiap rumah per bulan. Jika dihitung per hari, warga hanya mengeluarkan uang Rp500.
Di samping jalur IPAL, Dinas PUPR Pekanbaru juga menyediakan mobil sedot septic tank. Saat ini, tarif layanan yang diterapkan lebih murah dibandingkan layanan swasta. Untuk satu kali layanan penyedotan septic tank, warga hanya dikenakan biaya Rp200 ribu dengan kapasitas tangki mencapai empat meter kubik.
"Baik isi septic tank satu meter kubik maupun empat meter kubik, biayanya tetap Rp200 ribu untuk satu kali pelayanan," ujar Alpa.
Layanan tersebut menjangkau seluruh wilayah Kota Pekanbaru tanpa perbedaan tarif. Warga Panam, Rumbai, maupun kawasan lainnya di Kota Pekanbaru, tarif yang dikenakan tetap sama. Tidak ada perbedaan biaya berdasarkan lokasi," pungkasnya. (R06)
- Lingkungan
- Kota Pekanbaru
ADB Dokumentasikan Keberhasilan Pengelolaan Air Limbah di Pekanbaru
Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026 - 00:24:18 WIB
Tim dari Asian Development Bank (ADB) melakukan kunjungan ke Kota Pekanbaru untuk mendokumentasikan hasil pembangunan dan pengelolaan sistem sanitasi yang telah berjalan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Pilihan Redaksi
IndexUniversitas Abdurrab Launching 'Halala', Body Lotion yang Halal dan Sehat
Tak Terima Nama Dicatut, LLMB Beri PHR Waktu 1 Bulan untuk Beri Penjelasan
Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Kebanjiran, Ini Penampakannya
Blok Minyak West Kampar di Riau Kini Punya Pengelola Baru
Pengumuman! Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa di Riau Diperpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Empat Rumah Terjun ke Sungai, Belasan KK Terdampak Longsor di Kuala Enok
Rabu, 17 Juni 2026 - 14:39:05 Wib Lingkungan
Siang Cerah Berawan, Malam, Diperkirakan Sejumlah Wilayah di Riau Hujan
Selasa, 16 Juni 2026 - 10:04:29 Wib Lingkungan
Pembangunan Astaka MTQ Provinsi Riau di Kuansing Dijadwal Selesai Pekan ini
Selasa, 16 Juni 2026 - 05:48:31 Wib Lingkungan

