PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang teknologi menjadi kunci dalam memperkuat daya saing bangsa. Melalui berbagai ajang kompetisi nasional, mahasiswa didorong untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan, termasuk di sektor kemaritiman.
Satu di antara upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang akan digelar di Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng). Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan kemampuan rekayasa teknologi kapal sekaligus memperkuat ekosistem inovasi maritim nasional.
Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer, mengatakan penyelenggaraan KKI 2026 memiliki sejumlah tujuan strategis, terutama dalam mendorong lahirnya inovasi di kalangan mahasiswa. Hal tersebut dikatakannya saat melakukan audiensi bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Pekanbaru, Rabu (01/07).
"Tujuan kompetisi ini tentu mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman. Kemudian, dapat mengembangkan kemampuan rekayasa, kerja sama tim, dan pemecahan masalah nyata," katanya.
Dijelaskan, kompetisi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi kemaritiman. Ia memambahkan, melalui KKI dapat membangun semangat kompetisi yang positif di kalangan perguruan tinggi di Indonesia.
"Selanjutnya, mendukung mahasiswa dalam penguasaan teknologi untuk kemandirian maritim Indonesia. Terakhir, kita ingin menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat antarperguruan tinggi," jelas Johny.
Diterangkan, Kontes Kapal Indonesia bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi lahirnya talenta-talenta terbaik yang mampu menghasilkan inovasi berkelas dunia. Ajang tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai gagasan kreatif dalam pengembangan teknologi maritim.
"Kompetisi ini mempertemukan talenta maritim terbaik untuk mewujudkan inovasi yang berdaya saing global. Sehingga, KKI dapat sebagai wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menampilkan inovasi teknologi maritim melalui desain maupun prototipe kapal coast guard modern," terangnya.
Diungkapkan, KKI 2026 mempertandingkan dua kategori utama. Pertama, Lomba Desain Inovasi Kapal Coast Guard yang mencakup subkategori Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK) serta Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK).
Sementara kategori kedua adalah Lomba Pembuatan dan Unjuk Performa Prototipe yang meliputi Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), dan Remotely Operated Vehicle (ROV). Seluruh kategori tersebut dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam merancang hingga mengimplementasikan teknologi kemaritiman.
Johny berharap kepercayaan yang diberikan kepada Polbeng sebagai tuan rumah dapat memperkenalkan Provinsi Riau sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor maritim nasional. Terlebih, posisi geografis Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dinilai sangat relevan terhadap tema kapal patroli yang diusung pada KKI 2026.
"Harapannya dengan Polbeng menjadi tuan rumah untuk perguruan tinggi se-Indonesia, masyarakat umum lebih mengetahui keberadaan Riau itu sebagai salah satu pusat maritim. Apalagi kita berbatasan langsung dengan negara tetangga dan ini terkait juga pada tema yang kita angkat sekarang adalah kapal patroli untuk kedaulatan bangsa," ungkapnya.
Selain memberikan dampak terhadap pengembangan pendidikan dan teknologi, penyelenggaraan Kontes Kapal Indonesia 2026 juga diprediksi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Bengkalis. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai daerah diharapkan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro di daerah tersebut.
"Di sisi lain melalui kegiatan tersebut akan memberikan perputaran ekonomi daerah dengan datangnya ribuan peserta ke Bengkalis," pungkasnya.
Listrik Indonesia

