Hapuskan Biaya Seragam, Agung Klaim Pemko Alokasikan Sejuta Per Siswa

Hapuskan Biaya Seragam, Agung Klaim Pemko Alokasikan Sejuta Per Siswa

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru melarang adanya pungutan biaya seragam untuk seluruh murid dan siswa di Kota Pekanbaru yang dilakukan oleh sekolah-sekolah.

Sebagai gantinya, Agung menyebutkan kalau Pemerintah Kota Pekanbaru akan mengalokasikan dana sebesar Rp1 juta kepada tiap-tiap siswa.

Itu disampaikan Wali kota Agung Nugroho saat memberi sambutan pada pelaksanaan panen padi gogo sekaligus penyerahan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok Tani C99 di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kamis (30/7/2026).

Dikatakan Agung, Pemko mengalokasikan dana sebesar Rp1 juta kepada tiap-tiap murid, sehingga, tidak ada lagi biaya seragam yang akan dikenakan kepada tiap-tiap siswa yang mendaftar masuk sekolah.

Dana sebesar Rp1 juta itu, dikatakan Agung akan dialokasikan untuk membeli tiga setel pakaian seragam siswa, masing-masing seragam merah putih, seragam olahraga dan seragam pramuka.

''Biasanya, setiap mendaftarkan pasti akan ada biaya seragam sebanyak 4 setel, biayanya diperkirakan berkisar Rp1,5 juta yang harus dibayarkan setiap mendaftarkan anak.  Untuk saat ini, tidak perlu lagi ada biaya itu, karena untuk seragam akan ditanggung pemerintah,'' sebut Agung.

Pengalokasian anggaran untuk penyediaan seragam siswa ini, diakui Agung untuk membantu meringankan beban dari orang tua. ''Kira-kira kalau kita buat seperti itu, ibu-ibu yang ada di sini senang tidak?'' tanya Wali kota Agung yang disambut gembira oleh warga, khususnya kaum ibu.

Wali Kota Agung Nugroho, pada kesempatan tersebut juga menyampaikan sejumlah progres pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan pemerintah.

Khusus untuk di kawasan yang saat ini sedang mengembangkan budidaya tami padi gogo, Agung mengungkapkan, pihaknya melalui Dinas pertanian dan perikanan akan  mengupayakan supaya ada perluasan areal lahan untuk bertani di kawasan tersebut.

''Saya dapat informasi dari Pak Maisisco, katanya di sini ada lahan seluas 30 hektare. Kami akan upayakan supaya lahan ini bisa dikelola oleh kelompok tani untuk bercocok tanam. Dari pada nantinya hanya akan menjadi semak belukar, tempat orang membuang sampah, atau menjadi bangunan yang kurang bermanfaat, kita akan upayakan supaya bisa digunakan oleh kelompok tani. nanti dibagilah, berapa kelompok dan anggota yang akan menggarapnya, silakan di atur,'' ungkap Wali Kota.(R04)

 

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional