PEKANBARU (RIAUSKY.COM) — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau, Herawati Abdi, menghadiri peluncuran inovasi wastra "Batik Sawit Bedelau" di Hotel Pangeran, Kota Pekanbaru, Kamis (30/7/2026).
Acara yang mengusung tema "Merawat Tradisi, Menginspirasi Negeri" tersebut turut menampilkan peragaan busana batik inovatif hasil karya para peserta pelatihan batik sawit.
Herawati Abdi menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi kelapa sawit daerah di luar sektor industri primer.
Ia menilai potensi melimpah komoditas sawit Riau kini dapat diangkat menjadi produk kebudayaan bernilai tambah dan memperkuat sektor ekonomi kreatif.
"Dengan adanya Batik Sawit Bedelau, diharapkan Provinsi Riau memiliki ikon batik baru yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menginspirasi inovasi berbasis sumber daya lokal," ujar Herawati.
Ia menambahkan, pemanfaatan bahan baku lokal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perajin batik Riau agar dapat menembus pasar nasional maupun internasional.
Secara teknis, Batik Sawit Bedelau memanfaatkan malam batik berbasis stearin atau olahan minyak kelapa sawit sebagai pengganti parafin konvensional.
Penggunaan malam sawit tersebut menghasilkan kain batik yang lebih lentur, tidak kaku, tahan retak saat dilipat, serta menghasilkan warna yang lebih cerah dan nyaman digunakan oleh perajin saat proses membatik.
Kehadiran Batik Sawit Bedelau mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekanbaru Sulastri Agung.
Menurut Sulastri, kehadiran wastra ini menjadi bukti bahwa komoditas sawit tidak hanya untuk industri, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk budaya dan ekonomi kreatif.
"Saya sangat mengapresiasi inovasi ini. Menyadarkan kita bahwa sawit bisa dibuat batik. Dan ini bisa mengangkat potensi kekayaan Riau. Ini sangat luar biasa," kata Sulastri.
Menurutnya, kehadiran Batik Sawit Bedelau sangat tepat untuk dipromosikan di ajang internasional. Bahkan, dirinya telah merencanakan batik ini sebagai salah satu cenderamata pada perhelatan IMT-GT yang akan diselenggarakan pada 4-7 Agustus mendatang.
"Sebagai bentuk apresiasi kami, nantinya Batik Sawit Bedelau akan dijadikan sebagai salah satu cenderamata pada ajang IMT-GT yang menghadirkan 45 kepala daerah se Indonesia dan juga tamu istimewa dari 3 negara," katanya.
Dirinya meminta, Batik Sawit Bedelau dapat dirancang dalam berbagai model kekinian agar mudah digunakan. Salah satunya dalam bentuk outer dan baju singkap, sehingga bisa dikenakan dalam acara formal maupun nonformal.
"Karena pada dasarnya, batik bukan lagi pakaian yang dikhususkan pada acara formal saja. Namun sudah bertransformasi menjadi pakaian casual yang kekinian. Seperti kami di Pemko Pekanbaru, setiap hari Kamis, wajib mengenakan outer Melayu. Mungkin nanti Batik Sawit Bedelau juga bisa didesain serupa," ungkapnya.(mc)
Listrik Indonesia

