KEREN! Wali Kota Pekanbaru Gratiskan Seragam Sekolah untuk 20.800 Siswa SD dan SMP

KEREN! Wali Kota Pekanbaru Gratiskan Seragam Sekolah untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho saat berkunjung ke salah satu SD, menyempatkan diri berdialog dengan siswa.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru melarang adanya pungutan biaya seragam untuk seluruh murid dan siswa di Kota Pekanbaru yang dilakukan oleh sekolah-sekolah.

Sebagai gantinya, Agung menyebutkan kalau Pemerintah Kota Pekanbaru akan mengalokasikan dana sebesar Rp1 juta kepada tiap-tiap siswa untuk penyediaan seragam sekolah.

Itu disampaikan Wali kota Agung Nugroho saat memberi sambutan pada pelaksanaan panen padi gogo sekaligus penyerahan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok Tani C99 di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kamis (30/7/2026) lalu.

Dikatakan Wali Kota Agung, Pemko mengalokasikan dana sebesar Rp1 juta kepada tiap-tiap murid, sehingga, tidak ada lagi biaya seragam yang akan dikenakan kepada tiap-tiap siswa yang mendaftar masuk sekolah.

Dana sebesar Rp1 juta itu, dikatakan Agung akan dialokasikan untuk membeli tiga setel pakaian seragam siswa, masing-masing seragam merah putih, seragam olahraga dan seragam pramuka.

''Biasanya, setiap mendaftarkan pasti akan ada biaya seragam sebanyak 4 setel, biayanya diperkirakan berkisar Rp1,5 juta yang harus dibayarkan setiap mendaftarkan anak.  Untuk saat ini, tidak perlu lagi ada biaya itu, karena untuk seragam akan ditanggung pemerintah,'' sebut Agung.

Wali Kota Pekanbaru berdialog dengan salah seorang siswa SMPN 21 beberapa waktu lalu.

Pengalokasian anggaran untuk penyediaan seragam siswa ini, diakui Agung untuk membantu meringankan beban dari orang tua.

Total Sebanyak 20.800 Siswa SD dan SMP

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyatakan bahwa bantuan seragam sekolah diberikan kepada 9.800 siswa baru tingkat sekolah dasar. Setiap peserta didik baru SD negeri menerima tiga setel seragam yang terdiri dari pakaian merah putih, pramuka, dan olahraga.

"Untuk SD, itu ada kita siapkan untuk 9.800 siswa baru. Ini akan kita beri baju seragam tiga stel. Merah putih, pramuka dan baju olahraga. Itu untuk semua siswa baru di sekolah negeri, baik untuk siswa yang mampu dan tidak mampu. Itu daftar (9.800) siswa baru kita. Jadi kita beri untuk seluruh siswa baru," terang Jamal, Selasa (4/8/2026).

Selain bantuan seragam umum, Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan perlengkapan sekolah tambahan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Sebanyak 1.500 peserta didik SD dari jalur afirmasi disiapkan untuk menerima bantuan perlengkapan berupa tas dan buku tulis.

Wawako Pekanbaru saat berkunjung ke salah satu SD beberapa waktu lalu.

"Tambahan untuk siswa yang afirmasi atau kurang mampu, itu ada 1.500 orang, itu akan kita beri peralatan sekolah tambahannya. Peralatan sekolah, tas dan buku. Itu tambahan untuk peserta didik jalur afirmasi," jelasnya.

Untuk tingkat sekolah menengah pertama, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengalokasikan bantuan seragam gratis kepada 11.000 siswa baru. Bantuan tersebut mencakup tiga setel pakaian sekolah, yaitu seragam putih biru, pramuka, serta pakaian olahraga.

Abdul Jamal menambahkan bahwa program tambahan perlengkapan sekolah juga menyasar 1.500 siswa SMP negeri dari kelompok masyarakat tidak mampu. Data calon penerima bantuan dari jalur afirmasi tersebut telah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Proses pengukuran pakaian bagi seluruh siswa penerima bantuan dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh bantuan fisik dapat diproduksi secara presisi sesuai dengan ukuran tubuh para peserta didik.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menargetkan seluruh seragam dan perlengkapan sekolah gratis dapat didistribusikan secara merata paling lambat pada Oktober 2026. Target penyelesaian tersebut ditetapkan agar para siswa baru tidak terlalu lama menunggu fasilitas seragam resmi dari sekolah.

Guna menjaga ketertiban pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru akan memperketat pengawasan di setiap satuan pendidikan. Abdul Jamal menegaskan pihak sekolah dilarang keras melakukan pengukuran maupun penjualan seragam secara mandiri kepada para siswa.(*)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional