PEKANBARU (RIAUSKY.COM) – Pergerakan harga bumbu dapur di Pasar Sail, Jalan Hang Tuah, Kota Pekanbaru, menunjukkan dinamika pada pekan ini. Harga cabai merah mengalami kenaikan, sementara bawang merah dan bawang putih justru turun. Meski demikian, pedagang memastikan pasokan masih mencukupi sehingga aktivitas perdagangan tetap berlangsung normal.
Perubahan harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum memengaruhi ketersediaan komoditas di pasar tradisional. Masyarakat pun masih dapat memperoleh kebutuhan bumbu dapur dengan pasokan yang relatif aman.
Pedagang Pasar Sail, Minta (55), mengatakan harga cabai merah saat ini mencapai Rp60.000 per kilogram, naik sekitar Rp10.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Menurutnya, kenaikan tersebut dipicu berkurangnya pasokan dari daerah pemasok dalam beberapa hari terakhir.
"Kenaikan harga cabai merah dipengaruhi oleh pasokan yang sedikit berkurang dari daerah pemasok. Meski begitu, stok cabai masih tersedia dan kebutuhan pembeli tetap bisa dipenuhi," ujarnya.
Berbeda dengan cabai, harga bawang merah dan bawang putih justru mengalami penurunan. Kedua komoditas tersebut kini dijual seharga Rp35.000 per kilogram sehingga mendorong peningkatan minat beli masyarakat.
"Sekarang harga bawang merah dan bawang putih turun menjadi Rp35.000 per kilogram. Dengan harga yang lebih terjangkau, pembeli biasanya membeli dalam jumlah lebih banyak untuk persediaan di rumah," katanya.
Minta menilai fluktuasi harga merupakan hal yang lazim terjadi pada komoditas hortikultura karena sangat dipengaruhi kondisi pasokan dari sentra produksi. Selama distribusi tetap lancar, harga diperkirakan akan kembali stabil dalam waktu dekat.
Meski terjadi perubahan harga, aktivitas jual beli di Pasar Sail tetap berjalan normal. Pedagang masih mampu memenuhi kebutuhan konsumen karena stok cabai maupun bawang tersedia dalam jumlah yang cukup.
Di sisi konsumen, kenaikan harga cabai mulai mendorong masyarakat menyesuaikan pola belanja.
Salah seorang pembeli, Yanti (42), mengaku mengurangi pembelian cabai merah untuk menekan pengeluaran rumah tangga. Namun, turunnya harga bawang membantu menjaga keseimbangan biaya belanja.
"Kalau cabai memang naik, jadi kami mengurangi jumlah pembelian. Syukurnya harga bawang turun, jadi masih bisa menyeimbangkan pengeluaran belanja dapur," ujarnya.
Yanti berharap harga bumbu dapur dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Ia juga berharap pasokan dari daerah pemasok terus berjalan lancar agar fluktuasi harga tidak berlangsung dalam waktu lama.
Sementara itu, para pedagang optimistis kondisi pasar tetap kondusif karena distribusi berbagai komoditas masih berjalan baik. Dengan pasokan yang terjaga, mereka berharap kenaikan harga cabai hanya bersifat sementara dan segera kembali normal.
Listrik Indonesia

