Menjaga Warisan Budaya, PT RAPP Dukungan Penerbitan Buku Suku Asli Anak Rawa

Menjaga Warisan Budaya, PT RAPP Dukungan Penerbitan Buku Suku Asli Anak Rawa
Alit, penulis buki Suku Asli Anak Rawa.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)– Sebagai bentuk dukungan dalam menjaga eksistensi, sekaligus menjaga warisan budaya, PR Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membantu penerbitan buku 'Suku Asli Anak Rawa'.

Dukungan tersebut disampaikan GM Stakeholder Relation PT RAPP, Wan Mohammad Jakh Anza saat didapuk menjadi salah satu nara sumber pada acara bedah dan didiskusi buku 'Suku Asli Anak Rawa' di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026) lalu.

Wan Jakh menyebutkan, buku ini penting dalam kondisi perubahan sosial dan budaya yang  berlangsung begitu cepat dalam arus modernisasi.

Apa yang dilakukan oleh Alit, jelas Wan Jakh,  adalah dalam  upaya menjaga warisan salah satu budaya lokal dan suku asli di Riau.''Dan ini adalah langkah yang  harus diapresiasi dan didukung,'' ungkap dia. 

‘’Sebuah kehormatan bagi PT RAPP yang selama ini sangat berkomitmen membangun hubungan baik dengan masyarakat adat, termasuk Suku Asli Anak Rawa ini. Kami sangat mendukung terbitnya buku ini sebagai sebuah warisan budaya agar generasi di masa datang memahami eksistensi Suku Anak Rawa ini,’’ ujar Wan Jakh Anza.

Suku Anak Rawa adalah salah satu entitas masyarakat dan kebudayaan yang ada di tengah aktivitas usaha PT RAPP, khususnya di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Alit, sang penulis, yang juga merupakan anak suku asli Anak Rawa adalah tokoh muda yang saat ini aktif dalam berbagai forum memperjuangkan hak-hak dan eksistensi sukunya.

Kegiatan bedah buku menghadirkan sejumlah tokoh budaya, peneliti dan akademisi, juga praktisi sosial kemasyarakatan.

Dia mengungkapkan, penulisan buku ini didasari pada kenyataan bahwa Suku Asli Anak Rawa yang masih terpinggirkan di segala sektor, baik budaya, pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya.

Dia berharap, dengan apa yang disampaikan dalam buku ini akan  membuka mata semua orang, termasuk pemerintah, bahwa ada dan eksistensi sebagai entitas suku Anak Rawa.

‘’Saya ingin keberadaan Suku Asli Anak Rawa di Kampung Penyengat mendapatkan pengakuan negara,'' tegas dia.

Dia juga menjelaskan, bahwa sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang belum mengenal, sehingga, sering menyamakan masyarakat Suku Anak Rawa adalah Suku Akit.

Selain itu, dia juga tidak menafikan bahwa keberadaan sukunya belum sepenuhnya diakui.  

''Banyak penghayat kepercayaan adat kami yang tidak diakui secara administrasi. Misalnya, untuk mendapatkan KTP, banyak yang harus menuliskan agama seperti Islam, Kristen, dan lain-lain, padahal kami bukan penganut salah satu agama tersebut,''ungkap Alit.

Bedah buku 'Suku Asli Anak Rawa ini menjadi menarik karena menghadirkan sejumlah tokoh dan ahli budaya seperti  Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Prof Dr Junaidi, akademisi UIN Suska Riau Prof Dr Muhammad Anshor, Dr Griven H Putra, dan Sekretaris Kampung Penyengat Anton SAP, yang dipandu moderator Fakhrunas MA Jabbar.

Turut juga hadir dalam membedah buku yang akan segera terbit pada edisi keduanya ini Dekan FIB Unilak Dr Mohammad Fauzi, Ketua LAM Riau Datuk Taufik Ikram Jamil, Camat Sungai Apit Tengku Muhtasar, eksekutif RAPP Dian Novarina, pegiat budaya Kunni Masrohanti, Hang Kafrawi dan sejumlah lainnya.

Buku Suku Asli Anak Rawa sendiri, rencananya akan dicetak untuk edisi kedua.

Dan rencananya, buku ini akan dicetak spesial menggunakan kertas PaperOne yang berkualitas premium dan dibuat dengan prinsip keberlanjutan.

Tapi ini lebih dari sekadar buku, RAPP (APRIL Group) berharap ini bisa menjadi sebuah ruang dialog yang menghadirkan budayawan, sastrawan, antropolog, dan akademisi yang membahas kehidupan Suku Anak Rawa secara mendalam.(*)

 

 

 

 

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional