Pagi Ini, Kualitas Udara Lima Daerah di Riau Paling Berbahaya di Indonesia

Pagi Ini, Kualitas Udara Lima Daerah di Riau  Paling Berbahaya di Indonesia
Tangkapan layar ISPU Kementerian Lingkungan Hidup.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Meski tercatat sebagai daerah dengan potensi titik api nol, namun, kualitas udara sejumlah kabupaten di Provinsi Riau berada dalam kondisi BERBAHAYA, Minggu (18/10/2026).

Setidaknya, ada sebanyak lima kabupaten di Riau dengan kualitas tersebut, bahkan berada di puncak urutan daerah dengan kualitas udara terburuk pada pagi hari ini, pukul 05.29 WIB.

Adapun daerah-daerah tersebut masing-masing adalah Kampar (Bangkinang), Pelalawan (Pangkalan Kerinci), Bengkalis (Senggoro), Siak (Bungaraya) dan Indragiri Hilir (Tembilahan).

Dari data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kota Bangkinang Kampar bahkan berada di urutan kedua kota di Indonesia dengan kualitas udara paling BERBAHAYA setelah Kota Palangkaraya di Kalimantan dengan konsentrasi PM10 mencapai 707 µg/m³.

Selanjutnya Kota Pangkalan Kerinci (Pelalawan) yang sebelumnya dengan kualitas udara SANGAT TIDAK SEHAT, pada pagi hari ini, dilaporkan memburuk menjadi salah satu daerah di Tanah Air, dengan kualitas udara BERBAHAYA dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 330 µg/m³.

Selain Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Kabupaten Bengkalis (Senggoro) juga masih bertahan dengan kualitas udara BERBAHAYA pada pagi hari ini,dengan konsentrasi PM2.5  mencapai 313 µg/m³.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Siak (Bungaraya), dimana konsentrasi PM2,5 berdasarkan data ISPU KLH mencapai 313 µg/m³ (BERBAHAYA).

Begitu pun dengan kualitas udara di Kota Tembilahan, Indragiri Hilir, yang pada pagi hari ini dilaporkan dalam kondisi BERBAHAYA dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 312 µg/m³.

Kualitas udara sedikit lebih baik dialami warga di Kota Siak, Siak Sri Indrapura yang pagi ini terpantau TIDAK SEHAT, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 189 µg/m³.

Adapun Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru yang sebelumnya sempat masuk wilayah dengan kualitas udara BERBAHAYA, pada pagi hari ini berdasarkan data IQ Air dilaporkan sedikit lebih baik, menjadi TIDAK SEHAT, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 193 µg/m³.

Di susul Kota Bagansiapiapi (Rokan Hilir) dengan kualitas udara TIDAK SEHAT. konsentrasi PM 2.5 di wilayah ini berkisar 157 µg/m³.

Kota Dumai juga dilaporkan kini juga turut terdampak oleh polusi yang disebabkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah SUmatera dan Kalimantan dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 59 µg/m³ atau kondisi kualitas udara TIDAK SEHAT.

Kondisi kualitas udara di seluruh wilayah tanah air dipantau secara real time oleh sarana pemantau ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dengan update data setiap satu jam.

Adapun kualitas udara sendiri akan sangat tergantung dari konsentrasi PM2.5 maupun PM 10 juga partikel lain yang dominan terpantau di tiap wilayah.(R05)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional