AGAM (RIAUSKY.COM) - Peristiwa berdarah menggemparkan warga Kotolaweh, Jorong Duo Baleh Kampung, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Kamis (9/10/2017) subuh.
Laspitri (30) tewas di tangan Kartini (65),ibu kandungnya sendiri.
Laspitri meregang nyawa di rumahnya setelah disabet dengan cangkul oleh sang ibu.
Peristiwa ini membuat gempar. Ratusan orang berduyun-duyun ke rumah korban.
Peristiwa naas tersebut diketahui warga sekitar pukul 05.00 WIB.
“Diduga Laspitri meninggal setelah dibunuh oleh ibunya sendiri yang mengalami gangguan jiwa. Peristiwa pembunuhan berawal dari adanya dugaan pertengkaran antara korban yang merupakan anak keempat dengan ibunya di dalam rumah pada malam hari,” ujar Camat Canduang, Herizon di lokasi kejadian.
Kapolsek Ampek Angkek Canduang AKP Hendra Restu Adi menyebutkan, korban hanya tinggal berdua saja di rumah dengan ibunya yang sudah lama mengalami sakit jiwa.
“Keduanya serumah. Mereka berdua saja. Tidak ada orang lain yang menyaksikan kejadian secara langsung,” tutur Hendra.
Berdasarkan keterangan tetangga korban, yakni Yulnaliza (48) dan Nazirman Rangkayo Baso (50), ibu korban Kartini memang mengalami gangguan jiwa. Pelaku sebelumnya sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin, Padang.
Hingga saat ini pelaku masih menjalani rawat jalan, dan mengkonsumsi obat untuk menjaga kesehatannya. “Diduga sebelum pembunuhan terjadi, ada pertengkaran antara Kartini dan anaknya Laspitri. Kuat dugaan peretengkaran terjadi karena si ibu sudah bosan meminum obat yang harus dikonsumsinya,” papar Kapolsek.
Diduga, saat Laspitri tertidur di ruangan tengah, muncul niat Kartini untuk memukul bagian kepala anaknya dengan menggunakan sebuah cangkul. Setelah memukul, Kartini sempat terdiam melihat korban tidak lagi bergerak dan bersimbah darah. Warga yang mendengar adanya bunyi mencurigakan, langsung mendatangi rumah, serta mengamankan Kartini.
Melihat Laspitri yang bersimbah darah, warga melaporkan pada Bhabinkantibmas, dan kemudian melaporkan kejadian pada petugas di Mapolsek Ampek Angkek Canduang, yang diteruskan pada Satreskrim Polres Bukittinggi.
“Untuk memastikan luka yang dialami korban, tim Inafis Polres Bukittinggi yang didampingi dokter Puskesmas Canduang, langsung melakukan cek fisik bagian luar terhadap tubuh korban,” ujarnya seperti dilaporkan harian haluan.
Ia menambahkan, dari hasil keterangan dokter korban mengalami enam bekas luka, mulai dari luka sayat, luka di pelipis mata, memar, lebam, dan retak pada rahang bawah kiri. Hidung dan muka korban juga mengeluarkan darah.
“Hingga saat ini tersangka Kartini masih diamankan, sambil berkoordinasi dengan pihak keluarga yang berada di Kota Pekanbaru. Mengingat tersangka mengalami sakit jiwa, proses hukumnya belum dapat diproses, dan pelaku masih sebatas dimintai keterangan,” ungkapnya.(*/R04)