JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Rapat membahas pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) digelar di Jakarta pada Kamis.
Dilansir dari kompas.com, hadir pada pertemuan tersebut, Raja jalan tol Mohammad Jusuf Hamka, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Asisten Deputi Strategi dan
Kebijakan Percepatan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kemenko Marves) Ferry Akbar Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution bersama Irham Buana Nasution dan Dody Taher.
Musa mengatakan, pertemuan lanjutan tersebut dalam rangka membahas berbagai opsi investasi pembiayaanJTTS, khususnya Ruas Dumai-Rantauprapat-Kisaran.
Menurutnya, pembangunan ruas ini harus dipercepat karena memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan.
Apalagi, ruas ini menjadi koridor industri agribisnis terutama Crude Palm Oil (CPO).
"Tersambungnya ruas ini, multiplier effect-nya adalah penguatan jalur pasok CPO untuk memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor melalui Pelabuhan Belawan dan Dumai," kata Musa, dikutip dari rilis, Jumat (22/7/2022).
Bukan hanya itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Seimangkei, Pelabuhan Kualatanjung dan Pelabuhan Dumai akan semakin berkembang.
Merujuk pada banyaknya perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahannya serta kegiatan agrobisnis lainnya pada ruas Dumai-Kisaran.
"JTTS pun bakal mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru yang akan berkontribusi terhadap PDB nasional," sambungnya.
Pemegang saham mayoritas PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Jusuf Hamka merespons upaya Musa Rajekshah mempercepat pembangunan Tol Kisaran-Rantauprapat-Dumai pada 2023.
Sebagai investor, dia mengingat kalau investasi yang dibutuhkan cukup besar.
"Saya berharap pemerintah pusat dan daerah memperbarui feasibility study ruas tol untuk mendapat gambaran kelayakan finansialnya," kata Jusuf.
Menindaklanjuti hal itu, Musa akan melakukan pertemuan lanjutan dengan beberapa pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan PT Hutama Karya yang ditunjuk pemerintah menyelesaikan pembangunan JTTS.
Tol Kisaran-Rantauprapat dirancang sepanjang 111 kilometer, dan Tol Rantauprapat-Simpangsigambal-Dumai sekitar 175 kilometer.
Kemenko Marves membuat empat tahapan pembangunan.
Tahap pertama bagian satu sudah beroperasi dan bagian dua dalam pengerjaan.
Target operasional pada 2022-2023 adalah: Sigli-Banda Aceh, Kisaran-Indrapura, Kualatanjung–Parapat, Simpang Indralaya–Muara Enim, Sicincin-Padang, Pekanbaru-Bankinang-Pangkalan, Tabapenanjung-Bengkulu.
Tahap kedua yakni Betung–Jambi–Rengat–Pekanbaru. Tahap ketiga menghubungkan Kisaran–Rantauprapat-Dumai juga Pangkalanbrandan–Langsa–Lhokseumawe–Sigli.
Penanganan tahap ketiga inilah yang ingin dipercepat Musa Rajekshah, targetnya dapat dimajukan tahapan pelaksanaannya.
Tahap keempat yakni Muara Enim–Lubuklinggau, Parapat–Sibolga, Lubuklinggau–Taba, Pekanbaru–Pangkalan, Payakumbuh, Palembang–Tanjungapi.
Pada 25 April 2022 di Rapat Koordinasi Regional 1 Penguatan Kontribusi Daerah dalam Penuntasan Pembangunan JTTS, Musa sudah meminta pemerintah memprioritaskan pengerjaan JTTS tahap tiga lebih dahulu daripada tahap dua.
Pembanguannya akan menghubungkan Kisaran-Rantauprapat-Dumai-Pangkalanbrandan-Langsa-Lhokseumawe-Sigli sepanjang 650 kilometer.
Sedangkan tahap kedua akan menghubungkan Betung-Jambi-Rengat-Pekanbaru.
Musa bilang, pengerjaan JTTS tahap ketiga harus dilakukan lebih awal karena Sumut menjadi penyangga provinsi sekitarnya.
Apalagi ruas jalan ini akan tersambung hingga Dumai sehingga bisa menarik perhatian investor.
"Saya minta pengerjaan JTTS tahap ketiga dimajukan menjadi tahap kedua.
Perencanaan ini memang belum ada kepastian soal anggaran. Tapi kalau kita bisa menjual hal spesial, pasti investor tertarik dan akhirnya membantu pembangunan jalan tol ini," ucapnya.(R04)
Sumber Berita: kompas.com