Entaskan Kemiskinan, Pemkab Rohil Gali Potensi Perkebunan

Entaskan Kemiskinan, Pemkab Rohil Gali Potensi Perkebunan
Bupati Rokan Hilir saat melakukan peninjauan lapangan
 
BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM) - Banyak upaya untuk bisa mensejahterakan masyarakat, salah satunya mengali potensi daerah yang tujuannya agar mampu memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
 
Hal ini juga yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dengan menggali potensi-potensi sumber daya alamnya yang kaya agar bisa memberi nilai tambah bagi dan daerah dan juga masyarakat.
 
Salah satunya seperti sektor perkebunan yang diharapkan mampu menjadi salah satu sektor andalan di kabupaten ini. Luasnya perkebunan kelapa sawit bisa memberikan dampak postif bagi daerah, tidak hanya dari pajak namun juga bisa menyerap tenaga kerja lokal dalam skala besar.
 
Pemkab Rohil melalui Dinas Perkebunan Rokan Hilir bahkan mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah seperti disektor perkebunan. 
 
"Mari kita berdayakan masyarakat dalam mengerakan potensi yang ada. Sehingga bisa membuka lapangan kerja baru," ungkap Kadisbun Rohil Syahril, belum lama ini.
 
Menurut Syahril, bahwa selama ini ada kecendrungan masyarakat transaksi jual beli lahan kepada pengusaha luar. Padahal belum tentu mereka mampu memberdayakan masyarakat sebagai mitra kerja. Sebaliknya, alangkah baik lahan-lahan yang ada itu diberdayakan sendiri oleh masyarakat dengan bantuan pemerintah sebagai motivator.
 
Upaya penjualan lahan itu akan dapat menghambat program pemerintah dalam merealisasikan program perkebunan kepala sawit rakyat. Bahwa pemerintah daerah telah berupaya membantu masyarakat dengan cara mengalokasikan dalam APBD. Semua itu dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara global.
 
"Pada dasarnya, kita tidak menginginkan masyarakat sengsara. Justru, kita dengan optimis mengangkat kesejahteraan mereka. Makanya, seluruh potensi perkebunan harus diberdayakan," kata Syahril optimis.(RB)
 
Pungut Pajak Perkebunan
Disisi lain Bupati Rokan Hilir (Rohil) Suyatno juga telah meminta kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk memungut pajak perusahaan perkebunan salah satunya di Kecamatan Simpang Kanan. Itu dilakukan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rohil.
 
"Kita sangat menyayangkan, lahan berada di Rohil tapi bayar pajak ke daerah ke Provinsi Sumatera Utara. Dengan luas lahan yang sangat fantastis seluas 759 hektare," kata Suyatno dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rohil belum lama ini.
 
Ia menyebutkan, Dispenda harus jeli melihat kondisi seperti ini. Apalagi, perusahaan perkebunan memiliki lahan yang cukup luas. Sudah selayaknya perusahaan perkebunan yang berdomisili di Rohil membayar pajak di Rohil.
 
Masih banyak hal yang perlu ditindaklanjuti Dispenda. Intinya, Dispenda jangan berharap pada Dana Bagi Hasil (DBH). Jika potensi SDA dapat digali, akan bisa meningkatkan sumber PAD.
 
"Kita minta Dispenda turun ke lapangan mendata seluruh perusahaan perkebunan di Rohil. Sehingga, perusahaan perkebunan ini taat akan bayar pajak di kampung halaman ini. Jangan sampai lagi bayar pajak di luar Rohil," kata Bupati.
 
Petani Kelapa
 
Kembangkan Perkebunan Kelapa
Harga produk perkebunan di kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sejauh ini dinilai masih stabil. Ketersediaan di pasaran juga mencukupi baik di pasar tradisional tradisional maupun warung. 
 
Kondisi musim penghujan saat ini tidak menyebabkan pengaruh pada menurunnya produksi perkebunan di sejumlah sentra di wilayah kecamatan yang ada. 
 
"Memang saat ini musim penghujan tapi produktifitas perkebunan tetap seperti biasa, dan begitu juga hasil secara kuantitas tetap banyak," kata kepala dinas Perkebunan (Disbun) kabupaten Rohil Ir Syahril melalui Bagian Pemasaran Eri. 
 
Diterangkan Eri, sejauh ini untuk harga pinang basah mencapai Rp3500 perkilogram sedangkan pinang kering sekitar Rp10500 perkilogram. Begitu juga untuk Kakao sekitar Rp17500 jika Kakao kering mencapai Rp23 ribu. 
 
"Harga tersebut merupakan yang terdata di tingkat pembelian oleh Toke ke Petani, biasanya ada juga hasil produksi kebun dari daerah Rohil yang dijual ke daerah Medan, Sumut dengan harga yang lebih tinggi tentunya," kata Eri kepada wartawan,  Selasa (13/1).
 
Untuk pasokan buah kelapa tua pun menurut Eri sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat karena terpenuhinya persediaan kelapa di pasaran. Memang diakuinya bahwa kelapa merupakan salah satu komoditi yang menjadi kebutuhan wajib dari masyarakat terutama untuk keperluan bumbu dapur. Meskipun terjadi kenaikan harga BBM namun tidak berpengaruh pada produk perkebunan rakyat dimana harga kelapa perbutir Rp2000 untuk tingkat pemborong sedangkan ditingkatan pengecer atau konsumen sudah mencapai Rp3500.
 
Berkaitan dengan hal ini kepala Disbun Rohil Syahril ditemui terpisah, menyatakan pihaknya berupaya untuk mengiatkan progam perkebunan kelapa. Hal ini tidak terlepas dari sesuainya kondisi tanah untuk perkebunan kelapa selain itu permintaan terhadap buah kelapa baik yang masih muda ataupun kelapa tua tetap tinggi. 
 
"Kalau saya cenderung untuk program perkebunan kelapa pada tahun ini, bagaimana kita kembalikan kejayaan daerah kita ini sebagai penghasil kelapa yang bisa diproduksi untuk memenuhi permintaaan ke luar daerah hingga ke luar propinsi Riau," kata Syahril.
 
Para petani kelapa sawit
 
Kembangkan Industri Hilir
Tidak hanya sampai disitu, komitmen pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk mengembangkan industri Hilir sudah masuk dalam program pasangan Suyatno-Jamiluddin beberapa waktu lalu. 
 
Hingga tahun 2015, berdasarkan data dari Disperindag, sektor industri yang ada di Rokan Hilir sebanyak 288 unit (68,90 persen) yang terdiri dari industri hasil pertanian dan kehutanan, 119 unit (28,47  persen) usaha industri logam, mesin dan kimia, serta  sisanya 11 unit  (2,63 persen) industri aneka.
 
Salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk menggalak sektor industri di Rokan Hilir, adalah dengan cara menggandeng para investor baik yang berada di dalam maupun luar negeri. 
 
Pada dasarnya, dengan dibangunnya industri baru, akan dapat menyerap tenaga kerja yang ada ditiap kecamatan. Hingga kini, tercatat industri yang sudah ada dikecamatan Bangko dan Kecamatan Bagan Sinembah, masing-masing 136 usaha (32,54 persen) dan 91 usaha (21,77 persen). Di Kecamatan Pasir Limau Kapas terdapat  47 usaha (11,24 persen), sedangkan untuk kecamatan lain jumlahnya antara 6 sampai 31 usaha dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.469 orang.
 
Bupati Rokan Hilir Suyatno.A.Mp sering mengajak seluruh investor untuk menanamkan modalnya membangun industri di Rokan Hilir. 
 
Bahkan dirinya berjanji akan mempermudah dokumen perizinan bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di Rohil. Mengingat sumber daya alam di Rokan Hilir masih banyak yang belum tergarap, maka itu akan menjadi peluang bagi investor untuk memperoleh keuntungan yang menjanjikan.
 
Tidak hanya itu, Suyatno juga mencoba menggandeng perguruan tinggi Universitas Riau untuk melakukan riset pengembangan industri sektor migas dan non migas. 
 
Menurutnya, perguruan tinggi di Riau dinilai sebagai sumber potensial untuk mendorong Pemkab Rohil untuk menggagas kerjasama Duo helix. Konsep ini mencakup kesepahaman kerjasama antara perguruan tinggi dengan Pemerintah daerah.
 
"Intinya, bagaimana riset yang dilakukan pihak universitas akan berguna bagi pemerintah daerah. Nanti pemerintah daerah akan memfasilitasi melalui regulasi atau kebijakan," Kata Suyatno. 
 
Dia mengharapkan, riset yang dilakukan oleh kalangan akademisi akan didukung pengusaha untuk membuat industri. Sedangkan pemerintah dalam hal ini adalah untuk membuat regulasi tentang itu.
 
"Kita ajak para investor nanti masuk kemari itu harapan kita. Bahkan saat ini sudah ada beberapa investor yang menanamkan modalnya di Rohil. Saya juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan segera berangkat ke Pekanbaru untuk melobi perusahaan-perusahaan dari China dengan harapan bisa menanamkan modalnya di Negeri ini.  Bisa saja industri perhotelan dan banyak lagi," Kata Suyatno.
 
Posisi yang strategis, sumber daya alam yang berlimpah dan kondisi geografis, adalah beberapa faktor yang patut dipertimbangkan bagi calon investor.
 
Pemerintah daerah sangat menyadari bahwa untuk mendorong pertumbuhan investasi di Kabupaten Rokan Hilir diperlukan iklim usaha yang kondusif dan prospek bisnis yang menguntungkan. Kondisi ini sangat diperlukan bukan saja untuk menarik investor (dalam dan luar negeri) tetapi juga dalam rangka mempertahankan dan membesarkan usaha yang sudah ada. (Advertorial/R15)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional