PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Masjid Ulul Azmi yang digadang-gadang salah satu pusat Islamic Center baik level kabupaten bahkan provinsi dan sekaligus dijadikan sebagai ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Pelalawan, kini kondisi sangat memprihatinkan.
Ironisnya lagi, Sejumlah Pejabat Tinggi Kabupaten Pelalawan tercatat sebagai pengurus Badan Kemakmuran Masjid terkesan berpangku tangan.
Sejumlah fasilitas vital serba minim masih dibiarkan berlangsung begitu saja tampah ada usaha perbaikan. Kondisi ini bahkan terus berlangsung tahun berganti tahun.
"Kita tentu saja khawatir dan sekaligus sangat menyayangkan dimana kondisi rumah ibadah dibiarkan rusak begitu saja, kalau dibiarkan terus-menerus tentu yang lain juga turut rusak. Kondisi ini jelas memerlukan perhatian serius kita bersama," jelas Abdul Amir, Kamis (1/9/2016) saat berbincang dengan media ini.

Warga asal DKI Jakarta yang mampir beribadah bersama keluarganya dari membesut keluarganya di Pekanbaru ini kembali mengurung pernyataan yang sama, "kondisi ini jelas sangat disayangkan," katanya.
Ia juga mengungkapkan sebetulnya tugas maha besar ini, bukan semata-mata dibebankan kepada Badan Kemakmuran Masjid. Melainkan mereka yang mengaku Umat Nabi Muhammad pada dasarnya.
"Namum, disini Pengurus Kemakmuran Masjid harus bergerak, menjadi garda terdepan pelopor pembangunan, bukankah mereka telah diberi amanah dan bersedia menjadi pengurus," jelasnya, maka amanah tersebut diwajibkan untuk jalankan dengan iklas.
Catatan media, diantara fasilitas yang diharapkan sesegera diperbaiki adalah tempat berwudu', sebab ini menyangkut keabsahan sholat, hal ini juga sempat dikomentari Kamenag Pelalawan Drs H Zulkifli. Namun sejauh ini belum juga ada perbaikan.

Disamping fasilitas wuduk, mendesak untuk dibangun tambahan lagi adalah WC, sejauh ini hanya dua kamar WC untuk laki-laki dan dua kamar WC untuk perempuan. Fasilitas ini tentu sangat minim sekali.
"Untuk buang air kecil saja perlu antri bermenit-menit, nah jika waktu sholat Jumat antrinya bisa setengah jam,"jelas Rahman warga Bakhti Praja.
Selanjutnya, perlu perbaikan juga dibagian dalam masjid khususnya di bagian atap yang bocor, tiang beton dalam masjid yang telah bersarang burung-burung pipit. Cat disana-sini yang telah kusam. Kemudian lagi adalah mempungsikan jalan utama halaman masjid. (R11)
Listrik Indonesia

