SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, pepatah ini mengawali perbincangan antara Camat Pulau Merbau Husni Gamal SPd, bersama tokoh masyarakat yang berdomisili di luar Pulau Merbau, bertempat di lantai 3 Kopitiam & Resto Selatpanjang, Rabu, 26 oktober 2016.
Camat menyadari, Pulau Merbau berpotensi dan harus berkembang. Namun untuk merubah mindset masyarakat tersebut, ia mengaku tidak bisa bekerja sendiri dan mengharapkan dukungan.
"Meski saya bukan asli orang Pulau Merbau, namun rasa memiliki saya terhadap Pulau Merbau begitu besar. Kita tidak ingin ada kata, Pulau Merbau dianakatirikan," kata putra kelahiran Sungai Tohor itu.
Menurut Camat, kebersamaan sangat diharapkan dalam upaya membangun Pulau Merbau yang lebih baik lagi ke depan. Bak kata pepatah, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
"Kita akan berupaya, kedepannya Pulau Merbau tidak lagi hanya sekedar menunggu program yang dicanangkan pemerintah saja, namun bagaimana Pulau Merbau bisa menggali potensi-potensi yang ada," ucapnya.
Disampaikan pula oleh Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Edi Mashudi, Pulau Merbau mempunyai aset, pantai, skill dan lainnya yang perlu dan layak dikembangkan.
Untuk itu kata Edi, dukungan dan kerjasama dalam membangun Pulau Merbau yang lebih baik lagi ke depan sangat diharapkan, dan pemerintah beserta unsur terkait untuk sama-sama memikirkan.
"Pulau Merbau memang sudah 5 tahun dimekarkan, namun masih banyak pembangunan infrastruktur yang tertinggal," kata wakil rakyat, putra asal Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau itu.
Lngkah yang dilakukan Husni Gamal, sebagai Camat baru dengan melakukan dialog langsung dengan masyarakat, menyrut Edi, merupakan momen awal yang sangat baik, dan diharap bisa berkelanjutan serta ditingkatkan.
"Kita berharap, pemerintah daerah pada tahun 2017 mendatang dapat memprioritaskan infratruktur di Pulau Merbau," harapnya.
Dalam dialog tersebut, kebanyakan keluhan dan harapan yang disampaikan para tokoh masyarakat yakni berkaitan dengan pembangunan Pulau Merbau ke depan. Diharapkan, yang diprioritaskan merupakan pembangunan yang langsung menyentuh dengan masyarakat, seperti jalan dan jembatan.
Pulau Merbau mempunyai 11 Desa dengan jumlah penduduk 4.100 KK atau 16.852 jiwa. Terdapat 5 desa yang belum teraliri listrik, diantaranya Desa Renak Dungun, Baran Melintang, Pangkalan Balai, Kuala Merbau dan Tanjung Bunga.
Disisi lain, di Pulau Merbau belum mempunyai Polsek dan KUA. Sehingga sangat mempersulit bagi masyarakat yang ingin berurusan. Sebab, harus menyeberang ke kecamatan sebelah, yakni Merbau (KUA dan Polsek masih bergabung dengan Kecamatan Merbau, red. (R16)
Listrik Indonesia

