Diare, Depresi, 16 Sapi di Pekanbaru Mati Mendadak, Virus Mematikan Ini Penyebabnya

Diare, Depresi, 16 Sapi di Pekanbaru Mati Mendadak, Virus Mematikan Ini Penyebabnya
Penemuan sapi mati.
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Sebanyak 16 ekor sapi milik peternak di kota Pekanbaru mati mendadak, akibat terserang penyakit jembrana. Mewabahnya penyebaran penyakit sapi asal Bali ini mulai meresahkan para peternak.
 
Penularan penyakit jembrana ini sangat cepat karena melalui gigitan serangga penghisap darah. Membuat sapi diare, depresi, dan mati mendadak. Penyakit jembrana dapat merugikan petani dengan jumlah yang cukup besar mengingat tingginya angka kematian pada sapi petani.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pekanbaru, El Syabrina mengakui ada beberapa sapi asal Bali yang mati mendadak terserang penyakit jembrana."16 ekor sapi milik peternak di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya mati akibat penyakit jembrana," ungkap Elsyabriana, Jum'at, 27 Januari 2017.
 
Adanya hewan ternak yang terserang penyakit jembrana, maka pihaknya terus melakukan pengawasan. Tujuannya bila ditemukan bisa lansung diambil tindakan.
 
"Jika kita dapat kabar, maka kita langsung mengambil tindakan memberi desinfektan, bakar, dan kubur supaya tidak menyebar lagi,” paparnya
 
Lanjut mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru itu, pemilik hewan ternak diminta selalu pro aktif dalam menjaga peliharaanya. Bila ada tanda-tanda gejala penyakit dari virus retroviridae, sub family lentivirinae yang  disebar lalat tabanus rubidus, yakni lalat penghisap darah langsung kontak pihak Distanak
 
"Tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kecamatan Tampan, Rumbai dan Kulim selalu mensiagakan. Disana juga kita tempatkan dokter hewan. Maka bila peternak melihat hewan peliharaannya diduga terserang Jembrana agar menghubungi kita." Sampainya
 
Selain itu, pihaknya juga aktif melakukan pengawasan dan memberikan sosialisasi bagi peternak mengenai penyakit jembrana. "Pengawasan dan sosialisasi selalu dilakukan," tutupnya. (R05)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional