GARA-GARA GALIAN C, Hendri Dunan Bilang Banyak Sawah di Kampar Kekurangan Air

GARA-GARA GALIAN C, Hendri Dunan Bilang Banyak Sawah di Kampar Kekurangan Air
Hendri Dunan
BANGKINANG (RIAUSKY.COM) - Upaya pemerintah daerah meningkatkan produksi padi, terdapat banyak kendala, salah satu adalah kekurangan pasokan air untuk mengairi sawah. 
 
Kekurangan ini salah satu disebabkan oleh aktivitas galian C terutama di wilayah Kecamatan Bangkinang.
 
Hal itu diakui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan pada pertemuan koordinasi upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale) bersama para babinsa dan penyuluh di aula Dinas Pertanian Kabupaten Kampar, Kamis (23/2/2017) kemarin.
 
Untuk itu kata Dunan, perlu keterpaduan antara Pemda dengan instansi terkait. Pihaknya akan terus memperbaiki pengairan dengan membuat sumber air galian seperti sumur bor.
 
Berkaitan pertemuan dengan babinsa dan penyuluh tersebut Dunan menyampaikan dalam rangka mensukseskan program (Upsus) yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.
 
Dikatakan Dunan, keterpaduan dari seluruh stake holder mulai Kementrian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar dengan TNI dalam hal ini Kodim 0313 KPR serta penyuluh pertanian untuk menyamakan persepsi bagaimana langkah-langkah yang diambil untuk percepatan dalam program Upsus tersebut.
 
Untuk diketahui, saat ini Indonesia sudah bisa mencapai swasembada pangan dan target yang dipatok oleh Kementrian Pertanian RI adalah untuk bisa ekspor ditahun 2017. Sedangkan Kabupaten Kampar sendiri saat ini masih belum bisa mencapai swasembada bahkan masih kekurangan dan harus memasok kebutuhan pangan dari luar daerah.  Hal ini karena luas lahan yang tersedia tidak sesui dengan jumlah penduduk.
 
Dengan adanya program Upsus ini Pemkab Kampar bertekad bisa mencapai swasembada lokal. "Upaya kita kedepan dengan menanam minimal dua kali setahun dengan lahan yang sama ditanam dua kali setahun,” terang Dunan.
 
Untuk tahun ini, periode April sampai September ditargetkan penanaman padi lsekira 5000 hektar  dan jagung 500 hektar.
 
Dunan juga mengatakan,  tahun 2017 Kabupaten Kampar mendapat pasokan anggaran tambahan dari APBN sebesar lebih kurang Rp 3 milyar yang dialokasikan untuk mendongkrak produksi padi.
 
"Kalau betul kita mau menggerakan program ini, saya telah menggerakkan dan memberi instruksi jajaran Dinas Pertanian sampai kepenyuluh, meminta mereka serius dalam melaksanakan Upsus ini," ucapnya. Ia juga berjanji akan memberikan reward/penghargaan bagi penyuluh dan petugas lapangan yang berhasil. (R10/Skc)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional