BANGKALAN (RIAUSKY.COM) - Nl, yang masih berusia 18 bulan itu hanya bisa menangis histeris di dekat sang ibu yang ditemukan sudah tidak bernyawa, Selasa lalu.
Yang bikin miris, sang ibu, Suliha, 30, warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, tergeletak tak bernyawa dengan leher nyaris putus.
Sekitar pukul 10.30, Usman, warga Desa Jambu, Kecamatan Burneh, Bangkalan, berkunjung ke rumah Suliha. Usman dan Suliha masih bersaudara. Kedatangan Usman ke rumah sang adik untuk bersilaturahmi. Saat itu dia membawa makanan.
Sampai di halaman rumah, Usman memanggil nama Suliha berkali-kali. Selama itu pula dia hanya mendengar suara tangis anak kecil. Tangisan si Nl, keponakannya. Karena panggilan tak ada jawaban, dia pun masuk rumah.
Saat itu juga Usman kaget bukan kepalang. Matanya terbelalak melibat sesosok mayat bersimbah darah. Dia melihat tubuh adiknya yang mengenakan baju daster merah tergeletak di lantai. Di samping jasad perempuan itu Nl menangis.

