RUPS Bank Riau Kepri ini dihadiri oleh 2 orang Gubernur yaitu Gubernur Riau dan Gubernur Kepulauan Riau serta 19 orang Bupati / Walikota dari dari Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau. Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman. Tampak terlihat hadir, Bupati Siak Syamsuar, Bupati Meranti Irwan Nasir, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi, Walikota Dumai Zulkifli As, Plt Walikota Pekanbaru Edward Sanger, Bupati Kuansing Mursini, Walikota Tanjung Pinang Lis Darmansyah, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Sekda Indragiri Hilir Said Syarifuddin, Sekda Batam Jefridin, Sekda Rokan Hilir Surya Arfan, Sekda Indragiri Hulu Hendrizal, Sekda Karimun Firmansyah.
Dari Bank Riau Kepri hadir Komisaris Utama H.R. Mambang Mit, Komisaris A. Rivaie Rachman, Direktur Utama DR.H. Irvandi Gustari, Direktur Operasional Denny Mulia Akbar dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi.
DR. Irvandi Gustari yang ditemui media mengatakan kondisi Bank Riau Kepri ditahun 2016 menghadapi tantangan yang luar biasa beratnya dimana pada triwulan 3 dan 4 tahun 2016 ada beberapa indikator ekonomi yang menjadi perhatian khusus yang menjadikan adanya kontraksi pada pertumbuhan ekonomi.
Selain Kebijakan Menteri Keuangan pada triwulan 3 dan 4 tahun 2016 yang meminta pada BUMN agar dana-dana yang ditempatkan pada perbankan untuk ditempatkan dalam bentuk obligasi negara, tentu saja hal ini menjadikan likuiditas sangat ketat di dunia perbankan.
Selain itu dengan adanya Kebijakan pemerintah pusat tentang pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) yang ditunda dan Dana Alokasi Umum (DAU) berdasarkan pengajuan daerah, ini menyebabkan proyeksi Dana Pihak Ketiga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan kredit Bank Riau Kepri dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan dana. Dengan demikian, dampak kondisi eksternal di atas (triwulan 3 dan 4 tahun 2016) sangat mempengaruhi perkembangan DPK, Kredit dan NPL.
“Namun setelah berjuang bersama-sama disemua lini, Bank Riau Kepri tetap mampu menghasilkan laba yang terbaik ditahun 2016” dan akhirnya berhasil bertumbuh sebesar 51,97%. terang Irvandi.
Dalam RUPS Bank Riau Kepri juga akan dipaparkan Rencana Bisnis Bank ditahun 2017, dengan tagline “Tahun Akselerasi Kinerja Melalui Optimalisasi IT dan Peningkatan Proses Layanan” maka ditahun 2017 akan dilakukan beberapa Inisiatif Strategis antara lain untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga dimana dilakukan dengan cara Fokus pada DPK non pemda, Diversifikasi produk dan layanan berbasis teknologi, Implementasi Unit Priority Banking, Penyempurnaan pogram Marketing Communication yang sejalan dengan Repositioning Product dan Brand Image.
Pada RUPS LB juga ditetapkan untuk Kajian Spin Off Syariah dan Kajian Obligasi. Pada penutupan RUPS Tahunan dan RUPS LB ini, senada dengan pemegang saham Bank Riau Kepri lainnya, Bupati Irwan berharap laba Bank Riau-Kepri dapat terus ditingkatkan pada tahun 2017 ini dan untuk mencapainya butuh kerja keras mengingat kondisi perekonomian belum pulih sepenuhnya dan bahkan untuk Propinsi Riau sendiri masih akan berjuang untuk bisa tembus tumbuh ekonomi 3%. RUPS berakhir pada jam 04.15 WIB pagi pada tanggal 4 Maret 2017. (R16)

