Duel dengan Buaya Sungai, Kakek Arman Alami Luka Parah

Duel dengan Buaya Sungai, Kakek Arman Alami Luka Parah
Korban saat dirawat di rumah sakit

KUTAI TIMUR (RIAUSKY.COM) - Nekat, Kakek bernama Arman (57) berkelahi dengan buaya Sangatta, akhir pekan lalu.

Pria sebatang kara itu mengatakan, kejadian bermula pada saat dirinya meninggalkan rumah untuk mengambil air ke sungai sekira pukul 18.00 Wita. Sesampainya di pinggir sungai, dia langsung melempar jerigen ke dalam air.

Jerigen baru sampai menyentuh air, buaya muara yang diperkirakan panjang tiga meter lebih itu langsung menyambar dirinya. Warga Desa Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim, itu pun terhempas ke dalam sungai.

Beruntung, pada saat terjatuh kedalam Sungai, dirinya menjumpai batang bakau yang tak jauh dari dirinya. Secepat kilat, tangan kanan nya langsung berpegang ke batang kayu. Sedangkan tangan kirinya masih digigit buaya.

“Tetapi langsung saya tarik sekuat mungkin. Akhirnya lengan saya terbebas dari gigitan buaya. Setelah bebas, saya langsung berlari ke dasar tanah yang lebih tinggi. Alhamdulillah ada pohon, jika tidak saya sudah ditarik ke dalam sungai,” kata Arman sepetti dimua Sangatta Post.

Meskipun begitu, Arman mengalami luka yang cukup serius. Terlihat jelas bekas cakaran dipundak dan cabikan taring buaya ganas itu di lengan kiri.

”Jadi saat saya lihat tangan saya berdarah, saya langsung meminta bantuan warga yang cukup jauh dari pondok saya. Setelah itu, saya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Sebelum diterkam, Arman juga menceritakan bahwa dirinya kerap kali bertemu dengan buaya tersebut pada saat mencari kayu bakar di areal sungai. Hanya saja, dia tidak berpikir sedikitpun akan menyerang dirinya. Pasalnya, dia merasa tak sekalipun mengganggu buaya di sungai tersebut.

“Hampir setiap waktu bertemu. Jadi memang sering saya lihat. Apalagi pada saat sore hari,” kata Arman.

Dia berharap, agar kiranya pemerintah secepat mungkin  membuatkan penangkaran buaya di Kutim. Sehingga buaya liar tidak mengganggu masyarakat. Karena, kejadian ini sudah terjadi untuk yang kesekian kalinya.

“Saya harap ada penangkaran saja. Karena jangan sampai, ada korban lagi,” katanya. (R01/Jpg)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional