JAKARTA (RIAUSKY.COM) – Film Beauty and the Beast hanya bertahan dua pekan di puncak box office Amerika Utara. Pada pekan ketiga pemutaran, film yang dibintangi Emma Watson dan Dan Stevens itu harus menyerahkan posisi teratas kepada animasi satire Alec Baldwin, The Boss Baby.
Film dengan rating PG itu mengumpulkan tak kurang dari USD 49 juta (Rp 652,9 miliar), sedangkan Beauty and the Beast 'hanya' USD 47,5 juta .
Namun, Beauty and the Beast masih perkasa di pasar global. Garapan Bill Condon itu meraup tambahan sebesar USD 66,5 juta (sekira Rp 886 miliar) dari seluruh dunia.
Harapan Disney agar salah satu powerhouse-nya itu mencapai angka USD 1 miliar pun makin dekat. Beauty kini sudah mengumpulkan pendapatan total USD 876 juta atau Rp 11,7 triliun.
Meski begitu, kekalahan Beauty di pasar domestik tetap jadi kejutan. Tak kurang, pihak DreamWorks Animation yang melahirkan The Boss Baby pun takjub. Mereka tak mengira tanggapan pasar sangat baik. Produser hanya menargetkan USD 20 juta (sekitar 266,5 miliar) pada pekan pertama pemutaran.
"Kami memang memasang ekspektasi penghasilan yang lumayan, tapi tidak pernah berharap bisa menjadi nomor satu," kata Chris Aronson, kepala distribusi Fox yang memasarkan The Boss Baby, kepada Variety.
"Film ini berhasil karena konsepnya bagus dan dibintangi Alec Baldwin. Suara dia sangat khas, tapi dia mengisi suara bayi. Itu genius banget," puji Aronson.
Lalu, mengapa kesuksesan mereka di box office mengejutkan? Karena film yang juga diisi suara oleh Jimmy Kimmel dan Lisa Kudrow itu mendapat review jelek dari kritikus. Rating di IMDb hanya 6,1, sedangkan Rotten Tomatoes hanya 49 persen.
Namun, toh film garapan Tom McGrath itu berhasil mencuri perhatian para moviegoers. Dalam laman CinemaScore, The Boss Baby berhasil meraih grade A dari hasil polling penonton berusia di bawah 25 tahun.
"Sedih lho kalau film kita tidak didukung kritikus dan penonton sekaligus. Kami jadi bertanya-tanya, kenapa penonton menyukainya, sedangkan para reviewers tidak," curhat Aronson.
The Boss Baby mengisahkan tentang Tim, bocah berusia 7 tahun dan anak satu-satunya pasangan Ted dan Janice Templeton. Hidupnya berubah ketika orang tuanya mengadopsi seorang bayi lucu. Apalagi, si bayi ini ternyata agen rahasia dari Baby Corp yang menyamar. Misinya adalah membuat orang lebih mencintai bayi, bukan anak anjing.
Pengamat menyebut premis tersebut mengada-ada. Eksekusinya pun tidak mulus. Darren Franich dari Entertainment Weekly menulis bahwa arah film tersebut tidak jelas. Plus banyak komedi kasar yang tidak lucu.
"Mau dibawa ke mana sih ceritanya?" kata Franich. Los Angeles Times, di sisi lain, menyebut The Boss Baby adalah meme yang menyaru sebagai film.
Ya, karakter si Boss Baby yang bossy dan ambisius mengingatkan penonton pada Presiden AS Donald Trump. Nah, selama enam bulan terakhir, Baldwin rutin memerankan Trump di komedi sketsa Saturday Night Live (SNL).
Klop bukan? "Boss Baby menyarankan Trump untuk bekerja lebih keras dan bersikap baik kepada orang lain," kata Baldwin saat premiere The Boss Baby di New York (21/3).
Namun, sutradara Tom McGareth menegaskan bahwa film itu tak bermaksud menyindir siapa pun. "Film ini tentang penerimaan dan menerima keluargamu sendiri," kata McGrath dilansir dari The Hollywood Reporter.
"Cinta berawal dari keluarga," imbuh McGrath. Meski begitu, The Boss Baby diprediksi hanya bertahan sepekan di puncak box office. (R01/variety/time/Jpg)
Listrik Indonesia

