PERTH (RIAUSKY.COM) - Bagi orang tua mana pun, punya anak tentu hal yang sangat membahagiakan, apalagi kalau anak mampu berprestasi tentu lebih membanggakan.
Mungkin itu juga yang kini tengah dirasakan Ahmi Septahari, betapa bangganya dia punya anak-anak yang luar biasa, yang mampu berprestasi tidak hanya di lokal namun sudah internasional.
Bahkan ditengah kesibukannya politisi dan berbisnis sebagai Ketua DPW Perindo Riau dan juga Ketua Hipmi Riau, ia terus secara aktif mendampingi ketiga buah hatinya yang tergabung di Riau Aquatic Club yang tengah mengikuti training camp alias pemusatan latihan di Australia.
Berikut adalah sepenggal cerita Ahmi kepada riausky.com, terkait dengan usahanya dalam mengembangkan bakat-bakat perenang muda Riau yang kini tengah menimba ilmu di negeri kanguru tersebut, walau tanpa sokongan dana Pemda, ia bertekad terus melanjutkan perjuangan para perenang cilik itu untuk terus mengukir prestasi di kancah internasional. Berikut tulisannya.
Alhamdulilah. Sudah masuk minggu ke-11 kami berada di sini untuk Training Camp (TC) bagi perenang-perenang muda Riau Aquatic. Mereka mengikuti TC di klub renang terbaik di Australia Barat, bernama West Coast Swimming Club.
Selama itu, pula kami telah meraih banyak pengalaman belajar dan bertanding di Australia Barat ini. Di sini kami sadari, Indonesia, khususnya Riau masih jauh tertinggal dari Australia, dan negara bagian ini patut diacungi jempol dalam pembentukan dan pembinaan atlet-atlet muda potensial.
Ini seharusnya dapat dijadikan contoh bagi kita semua, bangsa Indonesia dan negeri kita, Bumi Lancang Kuning, Riau, kenapa Australia bisa mempunyai banyak atlet yang tampil dan berhasil dalam ajang kompetisi dunia.
Mengapa demikian? Kami melihat di sini mereka begitu serius mengembangkan bakat-bakat atlet, khususnya renang. Orang-orang di sini pun dibuat antusias untuk berpartisipasi.
Pemerintah juga sangat serius menyediakan infrastrukstur olah raga yang sangat bagus, lengkap dan jumlahnya banyak. Fasilitasnya pun terasa sangat nyaman dan bersih. Paling utama, fasilitas tersebut dikelola swasta secara profesional, sehingga para pemakai seperti klub maupun perorangan, sangat terasa manfaatnya.
Dari sumber yang ada ini banyak klub renang tumbuh dan membuat program sangat baik bagi para calon atlet dan atletnya. Dibandingkan di daerah kita, dimana fasilitas olahraga yang disediakan pemerintah dikelola oleh orang ataupun kelompok tertentu notabenya dekat dengan penguasa.

Sehingga fasilitas tersebut hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu, akibatnya masyarakat sulit berkembang melalui fasilitas tersebut. Kembali kepada program klub yang kami ikuti. Kami liat begitu antusiasnya atlie hingga keluarga mereka mengikuti proses pembentukan anak-anaknya. Di sini, kami lihat mulai anak usia 2-3 tahun sudah berlatih bahkan umur 60-an pun masih berlatih.
Programnya sangat luar biasa. Dengan pengetahuan sport sciene mereka, diketahui dan faham bagaimana pembentukan fisik serta mental atlet sesuai umur dan proses pembentukan mereka dari tahun ke tahun hingga menjadi terbaik.
Selain program latihan yang tepat dan baik, banyak juga pertandingan diselenggarakan. Mulai dari pertandingan untuk anak-anak pemula hingga pertandingan usia senior. Pertandingan tersebut ada di segala tingkatan, baik klub, lokal, antardaerah, antarnegara bagian dan nasional, ini malahan jadi agenda rutin.
Tidak seperti kita yang selalu membebani keuangan pemerintah. Di sini peran swasta terasa dominan Mungkin karena minat olah raga terbentuk sebagai peluang pasar bagi swasta. Sehingga pertandingan-pertandingan tersebut selalu dilaksanakan.
Selain itu, karena lingkungan sangat nyaman inilah, anak-anak tidak terasa bosan, bahkan terus tetap semangat berlatih dan bertanding. Selama di sini, anak-anak telah mengikuti dua kali pertandingan eksibisi.
Dua pertandingan eksibisi tersebut adalah pertandingan yang kami ikuti untuk merasakan suasana pertandingan sesuangguhnya di negeri orang. Alhamdulilah selama pertandingan tersebut, kami mampu menjadi yang terdepan.
Selain itu kami juga telah mengikuti dua kali pertandingan kualifikasi, pertandingan harus kami ikuti untuk mendapatkan limit pertandingan. Karena setiap pertandingan merupakan standar negara bagian. Atlet harus mempunyai batas minimal yang diakui oleh Federasi Renang Australia untuk dapat mengikuti seluruh pertandingan bergengsi di negeri Kanguru itu.
Dari pertandingan tersebut anak-anak Riau Aquatic telah lolos limit untuk 11 nomor pertandingan, di antaranya 50 meter di semua gaya, 100 m di semua gaya, 200 m gaya bebas dan gaya ganti serta 400 meter gaya bebas.
Dari standar limit mereka peroleh, anak-anak dapat mengikuti pertandingan hingga kejuaraan nasional Australia, Insya Allah akan berlangsung 7-9 April 2017 mendatang. Dalam perjalanan sebelum kejuaraan nasional nanti, atlet-atlet renang muda Riau juga telah berhasil mendapatkan beberapa prestasi dalam tiga kejuaraan sebelumnya.

Pertama, atlet muda renang Riau, Dzimar Alfath Muhammad, berhasil membawa Club West Coast menjadi klub terbaik di negara bagian Australia Barat. Dengan menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perak.
Ajang tersebut diikuti 1.400 atlet dari 8 klub terbaik di Divisi A (Liga Utama). Di sini ada 3 divisi, dimana klub telah meraih 5 kali juara berturut turut dalam beberapa tahun terakhir.
Kedua Dzimar juga mendapat 1 medali emas dan satu perunggu pada nomor 100 meter bebas dan 50 meter bebas pada pertandingan antardaerah.
Ketiga, dalam pertandingan terakhir, Dzimar juga mendapat 2 medali emas dan 1 perunggu dalam ajang pertandingan antar daerah barat. Dalam nomer 100m bebas, 200m gaya ganti dan 200m gaya bebas.
Sedangkan atlet-atlet kami lainnya, Alhamdulilah dalam pertandingan tersebut, kami masuk 5 besar atlet terbaik pada pertandingan mereka masing-masing. Terakhir, atlet-atlet Riau Aquatic juga mengikuti pertandingan nasional pada 7-9 April 2017 di Perth, Australia Barat.
Mudah-mudahan mereka bisa berhasil dan dapat mengaharumkan nama daerah dan bangsa kita di sini nantinya. Sebagai catatan, Alhamdulilah Konjen Australia Barat di Perth, Ade Padmo Sarwono, telah mengundang kami berkunjung ke Konjen.
Apa kami lakukan dan pencapaiannya Kami lakukan selama di sini, sangat diapresiasi. Sehingga kami meresa semangat membawa merah putih berkibar di bumi Kanguru ini.
Semoga saja tulisan ini mampu menggugah kita semua, teruma stakeholder terkait, bahwa untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal tentu butuh kerja keras, doa dan tentu saja kerjasama semua pihak, kalau ingin anak negeri ini berprestasi tentu perlu sarana dan prasarana serta dukungan moril dan materil dalam upaya menciptakan atlet berprestasi. (R02)
Listrik Indonesia

