Tragis... Diserang Beruang Madu, Dua Petani Ini Babak Belur, Jari Putus, Kaki Hancur

Tragis... Diserang Beruang Madu, Dua Petani Ini Babak Belur, Jari Putus, Kaki Hancur
Beruang madu
JAMBI (RIAUSKY.COM) - Adalah Hasan Busri (42) dan Sakrun (38), warga RT 06 Desa Teluk Ketapang Kecamatan Pemayung, Jambi, menjadi korban serangan beruang madu saat beraktivitas di hutan karet, semalam.
 
Kedua korban selamat, hanya saja akibat serangan tersebut kaki keduanya mengalami luka parah.
 
Informasinya, keduanya hendak mencari dahan guna bahan membuat pondok di salah satu hutan karet. Sesampai di sana, Sakrun melihat seekor anak beruang yang terjerat. Dia pun bergegas mendekati, karena awalnya mengira yang terjerat adalah kijang.
 
Namun tanpa sangka, tak jauh dari anak beruang ada 3 ekor beruang dewasa lainnya sudah menunggu. Tak pelak, Sakrun langsung diserang ketiga beruang tersebut.
 
Melihat rekannya terjatuh, Hasan pun bergegas menolong. Hasan sempat memukul kepala beruang memakai kapak. Itu malah membuat kawanan beruang semakin marah.
 
"Kami dikejar, kami pun naik ke atas pohon tapi beruangnya juga ikut. Kami pasrah sudah," ujar Hasan dengan raut wajah kesakitan.
 
Hasan dan Sakrun yang tadinya memanjat pohon pun terlihat pasrah. Pasalnya jarak hutan dari pemukiman warga juga berjarak 1 KM. Jari tengah kaki kanan Hasan harus rela putus akibat terkaman beruang, sementara Sakrun harus mengalami cakaran dan gigitan di kedua kakinya.
 
"Ini kaki saya hancur bang," ujar hasan sambil menunjuk kakinya.
 
Mereka pun tak dapat berbuat banyak, dan memilih menunggu sekitar satu jam berada diatas pohon karet. Tak lama, beruang yang menunggu dibawah pun menghampiri anaknya yang terjerat. Melihat itu keduanya langsung lari.
 
"Dia hampiri anaknya, pas itulah kami lari mengambil motor. Dia (Pak Hasan) langsung membawa motor," ujar Sakrun.
 
"Sekitar jam 3 kami dibawa ke rumah sakit Hamba Bulian, sebelumnya di puskesmas," pungkas Sakrun seperti dilansir Jambi Independent.
 
Sementara itu, Iptu Supradono selaku kasubag humas polres batanghari membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya pun turut prihatin akan kejadian tersebut, dan meminta para warga khususnya yang akan berkebun untuk lebih berhati-hati.
 
"Kita juga sudah terima laporannya dari polsek. Kita harap para warga lebih berhati-hati,"tandas Supradono. (R02/Jpnn)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional