PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Masih berlangsungnya pemadaman listrik bergilir membuat banyak sektor mengalami kerugian, terutama di sektor jasa dan usaha yang mengandalkan listrik PLN.
Untuk itulah, para pengusaha di Riau melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau mendorong pemerintah pusat agar melakukan desentralisasi pengelolaan energi listrik.
"Tujuannya agar agar tiap daerah bisa lebih cepat memenuhi kebutuhan energi listriknya dan terbebas dari krisis listrik," ujar Ketua Apindo Riau Wijatmoko Rah Trisno akhir pekan ini.
Selama ini menurut Wijat, pengadaan energi listrik mulai dari pengadaan pembangkit, bahan bakar, teknisi, dan perawatannya memakan biaya yang besar. Pebisnis yang ingin memulai usaha tentu saja ingin mendapatkan kemudahan dan jaminan ketersediaan pasokan listrik tanpa harus direpotkan dalam memikirkan hal itu.
Seharusnya pemerintah pusat mulai melakukan desentralisasi dan memberikan kewenangan kepada pemda untuk memenuhi dan mengelola kebutuhan listrik tersebut.
Bila pemerintah tidak segera melaksanakan itu, pengusaha tetap akan menghadapi situasi yang sama yaitu terbatasnya energi listrik yang dapat dipakai sehingga mengakibatkan kinerja dan pelayanan dalam bisnis dan usaha menjadi tidak maksimal. (R02)
Atasi Krisis Listrik
Apindo Riau Dorong Desentralisasi Pengelolaan Energi Listrik
Redaksi
Sabtu, 31 Oktober 2015 - 15:17:38 WIB
Ilustrasi PLTA Koto Panjang
Pilihan Redaksi
IndexUniversitas Abdurrab Launching 'Halala', Body Lotion yang Halal dan Sehat
Tak Terima Nama Dicatut, LLMB Beri PHR Waktu 1 Bulan untuk Beri Penjelasan
Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Kebanjiran, Ini Penampakannya
Blok Minyak West Kampar di Riau Kini Punya Pengelola Baru
Pengumuman! Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan/Desa di Riau Diperpanjang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Eksbis
Bank Indonesia Provinsi Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal
Kamis, 28 Mei 2026 - 09:32:00 Wib Eksbis
Harga TBS Petani Swadaya Terjun Hingga Rp1.000, Bupati Siak Afni 'Warning' Pemilik PKS
Selasa, 26 Mei 2026 - 07:30:56 Wib Eksbis

