PAGARALAM (RIAUSKY.COM) - Seorang pengusaha kopi di Pagaralam, Sumatera Selatan, tewas ditembak kawanan perampok, Sabtu (5/8/2017), pukul 02.30 WIB.
Sementara istrinya juga sempat disekap dan mendapat tembakan di bahu oleh tujuh orang kawanan rampok yang merangsek masuk ke dalam rumah tempat tinggal mereka.
Darul Kutni, 49, tewas ditembak di rumahnya tepatnya di Desa Bandar, RT 03, RW 01, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel.
Saat itu, semua warga desa sedang tertidur lelap, tujuh perampok mendatangi rumah korban. Mereka berboncengan naik sepeda motor. Kedatangan ketujuh bandit itu tidak dengan tangan kosong.
Agar tidak dikenali, mereka mengenakan penutup wajah (sebo). Juga berbekal senjata api (senpi). Seperti sudah tergorganisir, begitu sampai di halaman rumah korban, tujuh perampok ini langsung berbagi tugas.
Dua pelaku berjaga depan rumah mengawasi situasi, dua lagi berjaga dekat pintu masuk dan tiga pelaku mendobrak pintu depan rumah.
“Mereka tujuh orang semuanya. Pintu didobrak pakai balok kayu,” kata Agustianto, kerabat korban.
Tujuan aksi perampokan itu diduga mengincar uang Rp500 juta di rumah korban. Beberapa hari sebelum itu, korban baru mendapat uang hasil penjualan kopi dari tauke kopi Tanjung Sakti. Begitu berhasil masuk ke dalam, para pelaku langsung menyebar. Ada yang langsung masuk ke kamar korban.

Warga ramai mendatangi rumah korban saat disemayamkan.
Supaya leluasa beraksi, mereka pun menyandera korban, istrinya Lisma Wati dan dua anaknya, Nanda dan Berlian. Korban yang tak mampu melawan diminta menunjukkan tempat penyimpanan uangnya.
Diduga, korban tidak mau. Pelaku pun mengeluarkan ancamannya.
Sementara istri korban yang ketakutan sambil memeluk anaknya juga tertembak di bahu dan dipukuli pelaku lain.
Karenanya, dengan terpaksa korban memberitahu lokasi uang disimpan. Tapi, setelah mendapatkan uang, korban malah ditembak tiga kali, kena paha kiri dan kanan serta perut. Mendengar suara tembakan itu, warga sekitar pun baru tahu kalau ada perampokan di rumah korban.
Warga lalu membunyikan beduk sebagai pertanda untuk memberitahukan adanya kejadian kepada warga lain. “Tapi warga tidak bisa mendekat karena pelaku langsung menembaki rumah dan tembakan dengan membabi buta,” ungkapnya seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini. Setidaknya ada tujuh peluru lagi yang dimuntahkan kawanan ini.
Adanya perampokan tersebut dilaporkan warga ke Polsek Dempo Selatan. Kapolres Kota Pagaralam AKBP Dwi Hartono SIK MH mengakui, dalam perampokan itu jatuh korban jiwa. Pemilik rumah ditembak pelaku dan nyawanya tak tertolong.
“Warga tidak dapat membantu karena pelaku menggunakan senpi semua. Saat warga mendekat, kawanan perampok menembaki warga,” jelasnya didampingi Wakapolres Kompol Ernawan dan Kasat Reskrim AKP Ramad Koesnedi SSos.
“Warga tidak dapat membantu karena pelaku menggunakan senjata api semua. Ditambah lagi pelaku langsung menembakkan senjata dan mendobrak pintu rumah korban dan mengambil uang Rp 500 juta,” ungkap dia.
Anggotanya telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami temukan barang bukti 10 selongsongan peluru dan balok kayu yang digunakan para pelaku untuk mendobrak pintu rumah korban,” ungkap Dwi.
Semua jajaran Polres Pagaralam telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Bahkan setelah kejadian semua pintu akses keluar Kota Pagaralam dijaga ketat karena kemungkinan para pelaku belum jauh melarikan diri.
“Mudah-mudahan kawanan pelaku belum jauh dan jejaknya terlacak sehingga dapat dibekuk,” tukasnya.
Kapolsek Dempo Selatan AKP Sariyo mengatakan, pelaku masih dalam pengejaran. Ada tim yang ke arah Tanjung Sakti, Lahat, dan Lintang. “Pengejaran dilakukan berdasar informasi dari saksi,” ungkap dia.
Menurut Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Dwi Hartono Sik, saat mendapatkan laporan akan peristiwa tersebut sejumlah elemen Polres Kota Pagaralam langsung diterjunkan untuk mengamankan TKP dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Bahkan setelah kejadian semua pintu akses keluar Kota Pagaralam dijaga ketat, kemungkinan para pelaku belum jauh melarikan diri.
"Kita langsung terjunkan seluruh anggota tadi pagi untuk mengejar para pelaku perampokan yang diperkirakan berjumlah 7 orang dengan menggunakan senjata api, mudah-mudahan pelaku belum jauh melarikan diri dan jejaknya dapat kita ketahui," kata Kapolres.
Dijelaskan Kapolres, saat ini tim identifikasi sedang di tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi yang melihat peristiwa tersebut. (R-07/jpnn)
Listrik Indonesia

