Bupati Inhil Sambut Gembira Kedatangan Mahasiswa Kobe University-Jepang di Tembilahan

Bupati Inhil Sambut Gembira Kedatangan Mahasiswa Kobe University-Jepang di Tembilahan

TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM) - Bupati Inhil HM Wardan menyambut gembira kedatangan sejumlah mahasiswa Kobe University, Jepang di kediaman dinas Bupati Kabupaten Inhil, Jalan Kesehatan Nomor 1, Tembilahan, Selasa (22/08/2017).

Sebagaimana diketahui, kedatangan mahasiswa Kobe University ke Kabupaten Inhil bertujuan untuk melaksanakan penelitian tentang hutan mangrove di Pantai Solop, Kecamatan Mandah dan kebudayaan suku laut di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong.

Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan dalam pertemuan yang dipusatkan di ruang rapat kediaman dinas tersebut, berkesempatan untuk memperkenalkan Kabupaten Inhil, menjelaskan hal - hal yang berkenaan dengan letak geografis setiap wilayah di Kabupaten Inhil dan demografi lokal Kabupaten Inhil.

"Inhil merupakan Kabupaten terluas di Provinsi Riau, terdiri dari 20 Kecamatan, 236 Desa dan Kelurahan dengan luas wilayah keseluruhan 18.812 Kilometer persegi. Penduduk disini (Inhil, red) juga terdiri dari beraneka ragam suku bangsa dengan penduduk asli Melayu, Bugis, Banjar, Minang, Batak, Jawa, dan lain sebagainya," papar Bupati.

Disamping itu, Bupati Wardan memaparkan segala potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Inhil, mulai dari potensi perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan serta kepariwisataan. Pada pertemuan ini, Bupati Wardan juga memberikan gambaran seputar sosio - ekonomi

"Khusus di sektor perkebunan, Inhil memliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelapa sawit pinang, kopi termasuk kakau dan sagu. Selain itu, Inhil juga memiliki populasi Mangrove yang tumbuh melintas di sepanjang sungai Indragiri. Termasuk di pantai Solop, Mandah yang sebentar lagi akan dikunjungi adik - adik mahasiswa sebagai salah satu wilayah dengan populasi mangrove terbesar di Inhil," jelas Bupati.

Sementara, salah seorang dosen luar biasa Universitas Riau selaku pendamping, Haruka Suzuki yang juga berasal dari Jepang, membenarkan, tujuan kedatangan sejumlah mahasiswa Jepang tersebut adalah untuk melakukan riset dalam aspek sosio - ekonomi potensi hutan bakau dan sosio - kultural kehidupan suku laut Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong.

"Hari ini, terlebih dahulu kami akan berkunjung ke Pantai Solop untuk melihat hutan mangrove yang banyak tumbuh disana. Kamibakan menginap satu malam dan keesokan harinya, kami akan melanjutkan kunjungan ke Desa Panglima Raja, Concong melihat kehidupan suku laut," katanya.

Sedangkan, dikatakan Haruka Suzuki, dasar pemilihan Kabupaten Inhil sebagai lokasi riset adalah melalui pertimbangan potensi hutan mangrove yang besar jika dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia dan keberadaan suku laut yang kerap kali terekspose melalui pemberitaan selama ini.

"Riset oleh para mahasiswa Jepang ini dilakukan atas kerjasama dengan pihak Universitas Riau. Beberapa pendamping mahasiswa Jepang adalah dosen - dosen dari Universitas Riau," tandas Haruka Suzuki yang tengah bersiap untuk berangkat menuju Pantai Solop, Kecamatan Mandah. (R17/Advertorial)

Listrik Indonesia

#Advertorial Pemkab Inhil

Index

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional