PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Penghuni Lapas Klas II A Pekanbaru (Gobah) Pekanbaru, Riau bernama Satriandi berhasil melarikan diri, Rabu (22/11/2017) sore sekitar pukul 16.40 WIB. Ia kabur bersama satu tahanan lain bernama Nugroho.
"Satriandi awalnya sempat ngotot untuk mengambil kiriman. Namun, di pintu terakhir ada dua petugas jaga lalu mengusirnya," kata Yulius.
Entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja Satriandi menodongkan senjata diduga senjata api kepada petugas dan dibantu oleh Nugroho untuk kabur.
"Petugas jaga dipukul. Pintu jaga tak dikunci. Harusnya pintu itu dikunci. Lalu tersangka membukanya. Sepertinya sudah direncanakan," akui Yulius.
Kemudian kedua tahanan kabur ke arah depan Jalan Kapling. Ternyata mereka sudah ada yang menunggu di mobil warna hitam diduga Innova melarikan kedua tersangka tersebut.
"Terkait senpi, kita masih mengumpulkan informasi. Apa itu korek api atau tidak belum bisa kita pastikan. Dan kita juga menyelidiki dari mana senjata itu berasal," sambung Yulius.
Lebih jauh dikatakannya, sekitar pukul 11.00 WIB. Satriandi dijenguk oleh dua orang bernama Hasbi dan Resti ke Lapas Pekanbaru.
Selanjutnya sekitar pukul 16.40 WIB, Satriandi kabur dari tahanan bersama Nugroho, yang tinggal satu blok di Lapas.
"Kedua tahanan ini kita duga dibawa oleh pembesuk sebelumnya (Hasbi dan Resti)," kata Yulius meyakini.
Dia mengaku pada saat dua tahanan kabur, rekaman CCTV tidak aktif, karena rusak.
"CCTV kita rusak disambar petir baru-baru ini," kata Yulius.
Dia menambahkan, Satriandi telah divonis 20 tahun penjara. Dan Nugroho 2 tahun enam bulan penjara.
Di ketahui, Satriandi baru saja dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk ke Lapas Pekanbaru.
"Baru dua bulan pindah ke Lapas," kata Kepala Rutan Sialang Bungkuk, Azhar pada Riauaktual.com, Rabu (22/11).
Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap dua tahanan kabur.
"Tim sudah dibentuk terdiri dari Polresta Pekanbaru, Polda Riau dan Lapas," kata Santo.
Pihaknya saat ini fokus untuk melakukan pengejaran terhadap dua tahanan kabur tersebut.
Hal itu diakui oleh Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yulius Sahruja, saat dimintai keterangan oleh wartawan.
"Satriandi awalnya ngotot untuk mengambil kiriman. Di pintu terakhir ada dua petugas jaga lalu mengusirnya," kata Yulius.
Lalu Satriandi menodongkan senjata diduga senjata api (senpi) kepada petugas dan dibantu oleh Nugroho untuk kabur.
"Petugas jaga dipukul. Pintu jaga tak dikunci. Harusnya pintu itu dikunci. Lalu tersangka membukanya. Sepertinya sudah direncanakan," akui Yulius.
Kemudian kedua tahanan kabur ke arah depan Jalan Kapling. Ternyata mereka sudah ada yang menunggu di mobil warna hitam diduga Innova melarikan kedua tersangka tersebut.
"Terkait senpi, kita masih mengumpulkan informasi. Apa itu korek api atau tidak belum bisa kita pastikan. Dan kita juga menyelidiki dari mana senjata itu berasal," sambung Yulius.
Lebih jauh dikatakannya, sekitar pukul 11.00 WIB. Satriandi dijenguk oleh dua orang bernama Hasbi dan Resti ke Lapas Pekanbaru.
Selanjutnya sekitar pukul 16.40 WIB, Satriandi kabur dari tahanan bersama Nugroho, yang tinggal satu blok di Lapas.
"Kedua tahanan ini kita duga dibawa oleh pembesuk sebelumnya (Hasbi dan Resti)," kata Yulius meyakini.
Dia mengaku pada saat dua tahanan kabur, rekaman CCTV tidak aktif, karena rusak.
"CCTV kita rusak disambar petir baru-baru ini," kata Yulius.
Kepada riauaktual. dia menambahkan, Satriandi telah divonis 20 tahun penjara. Dan Nugroho 2 tahun enam bulan penjara.
Di ketahui, Satriandi baru saja dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk ke Lapas Pekanbaru beberapa waktyu lalu.(R05)
Listrik Indonesia

