PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pasangan calon nomor urut 1, Syamsuar-Edy Nasution, didukung dari lintas etnis dan agama.
Ungkapan untuk membangun Riau lebih baik itu terhimpun dalam kampanye dialogis di dua tempat berbeda di ibu kota Provinsi Riau ini.
Diawali dari kampanye dialogis calon Gubernur Riau, Syamsuar di Kayu Manis Resto Jalan Dwikora pada Selasa (8/5/2018) yang dihadiri perwakilan komunitas etnis dan perwakilan komunitas agama.
Helat politik yang sama di Jalan Riau Ujung, Syamsuar juga mendulang dukungan lintas etnis. Bahkan, selain Syamsuar dikenakan blangkon dan kain ulos juga ada deklarasi yang disapailan langsung oleh perwakilan Jawa dan Batak.
Ngadiwin, perwakilan dari pedagang bakso Pekanbaru juga tak mau ketinggalan untuk mendeklarasikan diri mendukung pasangan nomor urut 1 ini.
Harapan yang dititipkan pedagang bakso kepada Syamsuar, agar mereka senang berjualan tolong perhatikan harga Sembako dan daging.
“Kami juga minta kepada Pak Syamsuar memperbaiki jalan yang berlobang agar kami gampang mendorong gerobak bakso,” ucap Ngadiwin.
Perwakilan etnis Batak di Jalan Riau Ujung, P Bagariang juga menyampaikan dukungan dan siap memangkan pasangan Syamsuar-Edy Nasution.
“Kami warga Jalan Riau Ujung dari suku Batak jumlahnya di ada 400 kepala keluarga dan siap untuk memenangkan Pak Syamsuar dan Edy Nasution, sebagai bentuk dukungan kami ini, kami memasangkan kain ulos kepada Pak Syamsuar,” kata P Bagariang.
Dukungan antar etnis dan agama ini, kata Syamsuar, dari kacamata yang positif memberi dampak baik bagi berkembangnya kearifan lokal, karena mengedepankan nilai-nilai luhur budaya, sopan santun, toleransi dan tenggang rasa.
Syamsuar juga menjelaskan, kemerosotan pemahaman tentang nilai-nilai luhur yang terdapat dalam cita-cita pendahulu bangsa, kiranya membutuhkan kepedulian semua elemen, namun lebih daripada itu terdapat langkah awal yang harus dilakukan.
Di Kabupaten Siak dimana saya menjadi Bupati berbagai etnis dan agama hidup dalam kerukunan, dan Insya Allah itu akan terus ada. Dan cara mempersatukan ini semua tidak boleh adanya diskriminasi,” ucap Syamsuar.
Syamsuar juga menyebut, pelestarian adat budaya juga harus terus diadakan berkelanjutan agar tak punah.
“Dengan multi etnis, ada banyak juga adat dan budaya di Riau ini. Itu perlu dilestarikan,” kata Syamsuar sekaligus menjawab pertanyaan salah satu tokoh yang mempertanyakan komitmen Syamsuar terhadap budaya. (R08)
Listrik Indonesia

