Tak Sebut Nama Jokowi-Prabowo, Ustad Somad Minta Indonesia Diberi Pemimpin Perhatian pada Umat

Tak Sebut Nama Jokowi-Prabowo, Ustad Somad Minta Indonesia Diberi Pemimpin Perhatian pada Umat

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Ustaz Abdul Somad mengajak masyarakat berdoa agar mendapatkan pemimpin yang memiliki perhatian kepada umat. 

"Kita berdoa supaya Allah memberikan pemimpin-pemimpin yang punya perhatian terhadap umat. Itu saja," kata Abdul Somad usai memberikan tausiyah di hadapan ratusan warga binaan Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018). 

Abdul Somad menegaskan tak berada dalam posisi terlibat dukung mendukung calon di Pilpres 2019. Namun dia berpesan agar masyarakat memilih pemimpin yang terbaik.

"Kita tak bicara partai, golongan, calon. Kita ingin berdoa kepada Allah supaya dapat pemimpin yang punya kepedulian, perhatian. Semua anak bangsa yang baik-baik, kita pilih yang terbaik," tutur dia.

Sebelumnya, Somad memberi tausiyah kepada warga binaan Rutan Salemba. Somad mengajak para warga binaan untuk tobat nasuha. Dia juga mengajak para warga binaan untuk membantu doa para korban gempa di Sulawesi Tengah. 

Ustaz Abdul Somad memberi tausiah di hadapan ratusan warga binaan Rutan Kelas I (Rutan Salemba) Jakarta Pusat. Somad mengajak para warga binaan sama-sama bertobat.

"Mudah-mudahan setelah tausiah ini, kita kembali ke jalan Allah. Kita tobat, tobat nasuha. Yang paling baik adalah mati dalam keadaan husnul khatimah. Doakan Ustaz Somad mati dalam keadaan husnul khatimah," ujar Somad di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Jemaah yang hadir khusyuk mendengarkan ceramah. Mereka beberapa kali tertawa saat Ustaz Somad melempar candaan di tengah-tengah ceramahnya. Salah satunya saat ia menyinggung manusia yang bersih dari dosa.

"Di dunia ini ada dua (golongan) yang amalnya (dihitung) dari nol. Mualaf yang baru masuk Islam dan pegawai Pertamina, 'dari nol ya, Pak'," ujarnya yang kemudian disambut tawa jemaah.

Somad juga sempat bercerita saat dirinya diingatkan untuk tidak berceramah keras-keras. Ia meminta hadirin tidak tersinggung oleh apa yang disampaikannya karena begitulah gaya ceramahnya.

"Ustaz Somad jangan ceramah keras-keras, katanya. Suara saya aja yang keras. Hati saya lembut," candanya.

"Saya penceramah yang tidak pandai sindir-menyindir. Saya ngomong yang ada di otak saya aja. Mohon maaf. Jangan tersingggung. Ngomong aja apa adanya," ujarnya.

Somad juga sempat menyinggung 'pencuri' yang kemudian hasilnya disedekahkan. Menurutnya, perbuatan baik yang didahului dengan perbuatan buruk tidak akan diterima Allah.

"Duit hasil korupsi, hasil mencuri, hasil riba, hasil narkoba, disedekahkan, tidak diterima Allah. Islam mengajarkan bersih. Kalau dibawa berhaji, tidak akan jadi haji yang mabrur," jelas Somad.

Somad juga mengajak jemaah membersihkan hati dari sifat hasad (dengki) yang tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat. Acara tablig yang digelar di Rutan Salemba ini juga dihadiri Kepala Rutan Salemba Masjuno dan Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami.

Di akhir ceramah, Somad mengajak warga binaan mendoakan korban gempa-tsunami di Sulawesi Tengah. Sembari berdoa, dia juga meminta ampun kepada Allah.

"Kita berdoa untuk bencana Palu dan Donggala. Mudah-mudahan yang ada di sini diberikan kelapangan hati dan kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang sukses dan berkarakter. Tolong saudara-saudara kami yang sedang tertimpa bencana di Palu, Donggala, Lombok, jadikanlah mereka orang-orang yang sabar. Masa lalu kami kelam, ampunkan dosa-dosa kami," ujar Somad. (R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional