BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM) - Bupati Rohil, Suyatno memberi bantuan langsung kepada para pengungsi banjir di beberapa kepenghuluan Kabupaten Rohil, Jumat (2/11/2018).
Selain memberi bantuan, bupati bersama Dandim 0321 Rohil Letkol Inf Didik Efendi dan Sekda Surya Arfan, para kepala dinas, Danramil 01 Edi Yanto, Camat Pekaitan, BPBD, Tagana, para datuk penghulu meninjau langsung ketenda para pengungsi banjir di Kecamatan Pekaitan.
Sesampainya di tenda pengungsian, Suyatno langsung berbaur dengan masyarakat dan menanyakan kondisi para pengungsi.
Selain mengunjungi secara langsung, Bupati juga menyerahkan bantuan sembako berupa mie instan 1.000 kotak, telor 1.000 papan serta makanan siap saji.
"Kami dan rombongan datang ke tempat bapak-bapak untuk melihat kondisi saat ini, selain itu kami juga membawa beberapa bantuan, "kata Suyatno di hadapan masyarakat.
Seluruh bantuan yang di berikan lanjutnya, nantinya akan di salurkan langsung melalui camat serta para datuk penghulu di empat kepenghuluan yang terkena banjir.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh bupati, dandim serta sekda kepada pengungsi di dua lokasi tenda pengungsian.
Suyatno juga meminta kepada seluruh masyarakat terutama di wilayah yang terkena banjir agar senantiasa menjaga anak-anak agar tidak terbawa arus air.
"Saya minta, jangan sempai kejadian seperti di Pujud, ada anak terbawa arus dan meninggal, ini merupakan tanggunga jawab orang tua, jangan biarkan anak main banjir, harus selalu di kontrol,"himbaunya.
Terkait kesehatan tambahnya, pemerintah telah menyediakana posko-posko kesehatan. Bupati juga mengingatkan Dinas kesehatan untuk terus melakukan pengawasan
"Kalau ada yang sakit segera bawa ke posko kesehatan untuk dilalukan pengobatan, jangan di biarkan, untuk hari ini sudah ada 16 masyarakat yang berobat, rata-rata penyakit gatal-gatal, "tegasnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada camat dan datuk Penghulu yang telah bekerja keras dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir seperti pendirian posko-posko, dapur umum serta posko kesehatan.
Selain itu, dalam memgatasi permasalahan banjir, Bupati juga menyebutkan akan melakukan pembersihan terhadap sungai-sungai yang tersumbat dengan normalisasi.
"Tadi camat bilang sekian puluh tahun lamanya kecamatan ini belum pernah banjir, dan baru kali ini terjadi hingga masayarat mengungsi, saya minta PUPR nanti lakukan normalisasi saluran air yang tersumbat, "pungkasnya.
Dari data yang di himpun, saat ini jumlah pengungsi dari empat kepenghuluan ada sebanyak 1.000 kepala keluarga atau sekitar 4.000 orang lebih. (R15/Mcr)
Listrik Indonesia

