Mundur Prabowo Berarti Pidana, Djoko Santoso: 18 Tahun Kita di Akademi Militer, Nyawa Kita Diserahkan...

Mundur Prabowo Berarti Pidana, Djoko Santoso: 18 Tahun Kita di Akademi Militer,  Nyawa Kita Diserahkan...
Prabowo Subianto

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Bocoran Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jenderal (Purn) Djoko Santoso bahwa Prabowo akan mundur bila menemukan kecurangan yang tak bisa dihindari ternyata tak hanya isu.

Bahkan, Jendral bintang 4 itu mengungkapkan, pihaknya tidak takut dengan sanksi pidana yang menanti bila memang Prabowo memutuskan mundur dari
pencapresannya. 

"18 Tahun kita masuk Akademi Militer. Kok hanya dipidana, nyawa kita diserahkan," ujar Djoko saat berada di Surabaya, Ahad (13/1/2019) sebagaimana dilansir dari detik.com.

Langkah menyampaikan bocoran tersebut, dikatakan Djoko, dilakukan supaya tidak sampai ada pihak yang terkejut. 

"Memang supaya tidak terkejut, barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri," kata Djoko Santoso saat bertemu Gerakan Milineal Indonesia Malang Raya itu.

Tak hanya Djoko Santoso, bocoran isi pidato Prabowo Subianto itu juga diungkapkan Cawapres Sandiaga Uno. Dia membenarkan salah satu poin pidato 'Indonesia Menang' yakni Prabowo Subianto akan menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari. Sandiaga bilang, proses pemilu harus berjalan jujur dan adil.

"Kita berharap pemimpin yang dipilih nanti adalah melalui proses yang jujur dan adil dan tentunya pemilihan umum yang sangat bisa dianggap sebagai pesta demokrasi. Nanti malam kami akan sampaikan," kata Sandiaga di Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dia berharap Pemilu 2019 berjalan baik. Aparat juga penyelenggara pemilu diminta bersikap netral agar proses demokrasi tak tercederai.

"Harapan kami bahwa semua aparat penyelenggara pemilu dilakukan dengan penuh netralitas dengan harapan dari masyarakat tidak ingin dicederai proses demokrasi ini, itu harapan kita," tegas Sandi.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional