LIMAPULUH KOTA (RIAUSKY.COM)- Seorang ibu di lokasi banjir di Jorong Nenan, Kenagarian Maek, Kabupaten Limapuluh Kota harus berjuang selama 4 jam untuk bisa keluar dari arus banjir Sungai Batang Maek dan melahirkan.
Suasana yang sempat membuat panik tersebut terjadi Ahad (3/2/2019) lalu, dimana calon ibu muda yang sedang hamil besar itu mengalami pecah ketuban dan hendak melahirkan.
Sementara, kondisi air di jorong tempat tinggalnya sedang tinggi.Bahkan jembatan yang menjadi urat nadi perlintasan warga sedang terendam dan mengalami kerusakan dan putus akibat diterjang arus banjir sekitar pukul 13.30 WIB.
Calon ibu muda itu yang sedang hamil besar itu bernama Susi Novrianti (27). Saat air ketubannya pecah, saat itu air sungai sedang deras dan menghantam jembatan hingga rusak. Suasana ini sempat membuat suaminya, Idola Ananda Putra (27) pun panik karena sudah waktunya Susi untuk melahirkan.
Di tengah situasi jembatan putus, Nanda meminta bantuan masyarakat untuk bisa menyeberangkan istrinya disaat Batang Maek sedang mengalami banjir bandang, agar bisa dibawa ke Puskesmas Maek. Beberapa tiang dan sisa-sisa jembatan yang masih berada di posisinya dimanfaatkan oleh warga.
Berbagai cara dilakukan masyarakat Nenan agar Susi bisa aman dan selamat menyeberangi Batang Maek. Selama 3 jam, warga berjuang dan mencari akal agar Susi dan suaminya bisa sampai diseberang sungai.
Disaat-saat itu juga, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan datang dan melihat ada masyarakat yang sedang melakukan evakuasi ibu hamil.
Setelah Susi dan suaminya berhasil menyeberang, mereka berdua pun dinaikkan kedalam mobil dinas BA 2 C milik Wakil Bupati. Termasuk Bidan desa, Rila yang biasa dinas di Nenan.
Baru saja 15 menit, mobil melaju ke Puskesmas Maek ternyata Susi sudah mulai melahirkan. Spontan laju mobil dihentikan dan diberikan kepada Rila untuk membantu proses persalinan darurat. Tanpa disangka ternyata posisi bayi ini sunsang karena saat Rila melakukan pengecheckan awal persalinan.
“Iya, persalinan sempat akan dilakukan diatas Mobil Dinas saya. Tapi ternyata posisi bayi itu sunsang dan tindakan melahirkan harus dilakukan di Puskesmas karena membutuhkan alat medis yang memadai,” kata Ferizal Ridwan setelah tiba di Puskesmas Maek.
Dirinya mengaku sempat cemas dengan kondisi Susi yang akan melahirkan di atas mobilnya ini. Pasalnya, saat persalinan Susi dalam keadaan sadar tanpa bius. Saat Bidan melakukan tindakan awal, ternyata didapat kaki bayi di pintu rahim.
Akhirnya persalinan ditunda sampai tiba di Puskesmas. Ditambah lagi kondisi fisiknya yang sudah menurun setelah bertarung dengan Batang Maek saat proses evakuasi selama 3 jam.
“Dia terlihat lemah dan lelah. Ini sempat membuat saya cemas,” ucapnya.
Sementara Rila, Bidan yang mendampingi Susi sesaat tiba di Puskesmas Maek, tim medis langsung membawa Susi ke ruang persalinan. Sampai detik-detik persalinan akan dimulai, kondisi janin dan ibunya dalam keadaan sehat.
“Ibu dan janinnya sehat. Walaupun sudah berjuang selama 4 jam. Ini sangat luar biasa dan sekarang kami sedang menunggu persalinan. Doakan semuanya baik-baik saja,” ucap Rila. (R04/covesia)
Listrik Indonesia

