Video Prabowo Diduga Marah-marah di Depan Tokoh Masyarakat Sumenep Terbantahkan, Ini Penjelasannya...

Video Prabowo Diduga Marah-marah di Depan Tokoh Masyarakat Sumenep  Terbantahkan, Ini Penjelasannya...
Suasana silaturahim Prabowo Subianto dengan ulama dan tokoh masyarakat Sumenep.

SUMENEP (RIAUSKY.COM)- Video capres Prabowo Subianto diduga marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep beredar di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno memberi penjelasan. 

Berdasarkan potongan video yang beredar, Prabowo, yang tengah berbicara di mimbar, bertanya kepada seseorang yang diduga tengah berbicara sendiri. 

Awalnya Prabowo bicara soal duit WNI di luar negeri yang mencapai Rp 11 ribu triliun lebih. Prabowo menghentikan pidatonya. 

Sembari menunjuk, Prabowo bertanya apakah pihak tersebut ingin menggantikannya bicara di atas mimbar. 

"Diwawancara....," ujar Prabowo, yang kemudian menghentikan kalimatnya. 

"Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?" lanjut Prabowo seperti dilansir dari detik.com.

"Kalau nggak, kamu aja yang bicara di sini," sambungnya lagi.

"Nggak, Pak, terus, Pak, lanjut, Pak. Lanjut," timpal para hadirin. 

Video tersebut juga disertai narasi yang menunjukkan seolah Prabowo tengah marah di depan ulama Madura. 

Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga, menegaskan sang capres tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada. Viva mengatakan Prabowo saat itu menegur warga yang ikut hadir dalam acara silaturahmi di Ponpes Assadad di Sumenep, Jawa Timur. 

"Dalam video itu, sikap Prabowo menegur audiens, bukan ulama, hanya menegur sayang, tidak menegur dengan kemarahan," ujar Viva. 

Viva mengatakan tidak mungkin Prabowo marah kepada ulama. Sebab, capres nomor urut 02 itu sangat menghormati dan mencintai ulama.

"Pak Prabowo sangat menghormati dan mencintai ulama, kiai, habaib, habib, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat. Sikap Prabowo seperti itulah yang menyebabkan dirinya dekat dengan ulama dan juga dicintai ulama," katanya. 

"Jadi, tidak mungkin jika Pak Prabowo memarahi ulama. Justru yang terjadi Prabowo sering dimarahi, dinasihati, dan dibimbing para ulama. Hal itulah yang menyebabkan dukungan sebagian besar ulama Indonesia ke Prabowo. Gerakan populisme Islam yang dimotori ulama itu adalah menjadi gerakan mendukung Prabowo di Pilpres 2019," imbuh Viva.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional