WAH PARAH...5-4-3-1, Hitung Mundur Aba-aba Jalan Sehat di Kendari, Jokowi Tak Mau Sebut Angka 2

WAH PARAH...5-4-3-1, Hitung Mundur Aba-aba Jalan Sehat di Kendari, Jokowi Tak Mau Sebut Angka 2
Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberi aba-aba tanda dimulainya kegiatan jalan kaki sehat bersama ribuan warga kota Kendari, di arena MTQ, Sabtu, 2 Maret 2019. Tempo/Rosnia Fikri

RIAUSKY.COM - Calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi pada Sabtu, 2/3, mengikuti jalan santai di Kendari. Rute kegiatan jalan kaki ini memutari Tugu Persatuan di kawasan MTQ kota Kendari.

Nah ada yang tak biasa saat Jokowi  memberikan aba-aba untuk melepas peserta jalan kaki yang berjumlah ribuan itu. 

Dilansir Tempo, saat memberi aba-aba tanda dimulainya jalan santai, Jokowi melakukan dengan hitungan mundur dari angka lima. Uniknya, Jokowi melompati penyebutan angka dua saat hitung mundur ini.

"Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat ini kita mulai. Lima, empat, tiga, satu!" teriak Jokowi seraya mengangkat bendera dari atas panggung. Jokowi kemudian turun dari panggung dan ikut berjalan diikuti ribuan simpatisan.

Sebelum melepas peserta jalan sehat, Jokowi menyempatkan diri berjabat tangan dengan warga  yang hadir di depan panggung bagian tengah. Jokowi mengenakan kaos yang dibelinya pada Jumat, 1/3, malam di salah satu pusat perbelanjaan.

Usai jalan sehat, Jokowi  melanjutkan agenda ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di kecamatan Sodoha Kendari Barat. Di tempat ini Jokowi akan memberikan bantuan bagi warga pemilik ultra mikro bagi 700 usahawan. 

Sikap calon presiden nomor urut 01 yang melewatkan angka dua saat membuat aba-aba pembukaan acara jalan sehat di Kendari (Sabtu, 2/1) tampak sebagai buah dari kepanikan dan ketakutan terkait kontestasi pilpres tahun ini.

Anggota Persatuan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana menilai, sikap semacam itu tidak penting untuk dilakukan.
 
"Itu tidak penting ya menurut saya," katanya di Kantor Sekretariat Koppasandi, Cipinang, Jakarta Timur, akhir pekan ini seperti dilansir RMOL.co. 
 
Dia menilai, hal yang lebih penting adalah menyoroti penyelenggara pemilu untuk komitmen menggelar pesta demokrasi yang jujur, adil, tanpa ada satu kecurangan pun.
 
"Itu bukti bahwa dia (Jokowi) amat sangat benci, panik, ketakutan kalah gitu, kita juga biasa kok kalau foto dua dua dua, tidak apa-apa juga biasa aja," pungkas Eggi Sudjana. (R01)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional