Mau Bikin Laporan Penipuan di Polsek Rumbai, Fitri Malah Dibentak Polisi Hingga Menangis, Begini Ceritanya

Mau Bikin Laporan Penipuan di Polsek Rumbai, Fitri Malah Dibentak Polisi Hingga Menangis, Begini Ceritanya
Fitri Yanti saat datang ke Polsek Rumbai, Kamis (28/2) lalu. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Fitri Yanti tak kuasa menahan tangisnya. Sebab, warga Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, ini mengaku dibentak oleh polisi saat hendak membuat laporan ke Polsek Rumbai. 

Fitri menceritakan, ia datang ke Polsek Rumbai untuk membuat laporan kasus penipuan yang dialaminya akhir pekan lalu. Di mana peristiwa itu bermula saat usaha catering miliknya mendapat pesanan pada 9 Januari 2019 lalu. 

Saat itu, seorang pria bernama Sukamto yang mengaku sebagai mandor proyek pembangunan Lapas Anak datang ke tempatnya untuk memesan makanan. Awalnya, Fitri tak menaruh curiga sedikitpun. Sebab proyek yang dikerjakan milik pemerintah. 

Selain itu,  Sukamto juga menjanjikan bahwa seluruh pesanan akan dibayar di akhir bulan. Pesanan terus berlangsung untuk 130 paket nasi sampai 30 Januari.

"Pas hari terakhir Sukamto itu menghilang. Nomor hp yang dia gunakan tidak lagi aktif. Saya coba komunikasikan ke pihak perusahaan. Namun pihak perusahaan enggan bertanggung jawab. Dengan alasan di lokasi proyek sudah ada disediakan kantin," katanya, Minggu (3/3) sebagaimana diberitakan Jawapos.com.

Belakangan ia baru tahu, mengapa pekerja proyek memesan makanan ke tempatnya. Itu karena makanan yang disediakan di kantin proyek tidak layak konsumsi. Bahkan pengakuan salah seorang pekerja kepada dirinya, nasi yang disediakan berbelatung.

Namun terlepas dari cerita itu, Fitri tetap merasa dirugikan karena tagihan katering yang belum dibayarkan mencapai Rp 37 juta. Karena tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, dirinya sempat melaporkan ke Polsek Rumbai.

Namun, sampai saat ini belum ada respon dari pihak kepolisian. Bahkan kabar perkembangan kasus yang dilaporkan juga tidak ada. 

Terpisah, Kabid Humas Polresta Pekanbaru Kombes Sunarto mengatakan, Fitri memang datang ke Polsek. Namun persoalan dia dibentak oleh polisi itu hanya kesalahpahaman saja. 

"Terjadi mis komunikasi. Pelapor mendesak petugas untuk segera tangkap pelaku dan petugas memberikan pejelasan kepada pelapor bahwa petugas juga terus berupaya menemukan pelakunya," pungkasnya. (R05)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional