RIAUSKY.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, turut menanggapi klaim kecurangan di Pemilu 2019 yang dituduhkan oleh masing-masing kubu, baik kubu 02 yang menyerang kubu 01 atau sebaliknya.
Ia mempersilakan kedua kubu saling tuduh terkait kecurangan yang dilakukan pada Pemilu kali ini. Namun menurut dia, saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan hitung manual, akan terlihat siapa yang berbuat kecurangan.
"Kalau tak capek, silahkan ribut-ribut tentang proses dan hasil pemilu sampai saat ini. Tapi pada saatnya nanti, sekitar 22 Mei, saat hitung manual secara nasional dilakukan, akan ketahuan ada kecurangan atau tidak dan siapa yg berbuat curang," kata dia di Twitternya @mohmahfudmd, seperti dikutip AKURAT.CO, Senin (22/4/2019).
Dalam kicauan lain, Mahfud menjelaskan, 6 rangkap itu diperuntukkan bagi masing-masing kandidat, pengawas, KPU, dan di tempel di area TPS. "Ingat, form C1 dibuat rangkap 6, masing-masing punya yang sama," kata Mahfud masih dalam cuitan yang sama.
Sebagaimana diketahui, kabar kecurangan dalam pemilu mencuat setelah Calon Presiden 02, Prabowo Subianto menyatakan pihaknya merasa dicurangi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mendeklarasikan kemenangannya, Kamis (18/4/2019).
"Pada hari ini, Saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden republik Indonesia tahun 2019-2024, berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen perhitungan real count dan C1," papar Prabowo seperti dilansir oleh Facebook Gerindra sebagaimana dikutip dari Akurat.co.
"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat, karena kami punya bukti-bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota seluruh Indonesia," imbuhnya. (R01)
Listrik Indonesia

