Dinkes dan RW Bersitegang, Pembayaran Honor Validasi Data Kembali Ditunda

Dinkes dan RW Bersitegang, Pembayaran Honor Validasi Data Kembali Ditunda
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pembayaran honor  validasi data Jamkesda Kecamatan Marpoyan Damai dari Dinas Kesehatan Pekanbaru kembali ditunda setelah dijadwalkan Jumat sore 08/01/2016.
 
Hal ini disebabkan  beberapa kelurahan yang tidak diberitahukan untuk membawa data, seperti halnya Hendri Neldi dan RW lainnyA di Marpoyan Damai tidak di infokan.
 
"Dalam pemberitahuan yang kami terima sama sekali tidak ada memberitahukan umtuk membawa data, yang ada info untuk memgambil sisa honor validasi data. Sementara data yang diminta oleh diskes sudah kami serahkan kepada kelurahan."ungkap Hendri Neldi kepada riausky.com
 
Dimana dari 75 RW yang terdata nantinya honor ini akan dibagikan kepada 57 RW yang terdata untuk itu penyerahan honor akan diserahkan kepada pihak Kelurahan.
 
"Sebelum kami dikumpulkan lebih baik kami dijelaskan terlebih dahulu informasi apa yang akan diberikan. Tidak seperti saat ini yang akhirnya diserahkan kepada pihak kelurahan." Ungkap Safrinal salah satu RW di Kelurahan Maharatu.
 
Menanggapi hal ini pihak Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang hadir Jumat Sore ini kepada riausky.com mengatakan, pembayaran honor saat ini merupakan sisa bulan September lalu.
 
"Ini merupakan pembagian honor sisa pada bulan september lalu dimana pada september diberikan 2 bulan dan sisanya diberikan hari ini. Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan honor validasi data jamkesda 2 bulan lalu. Dan data yang baru masuk dari Wonorejo dan Sidomulyo Timur. Dari diskusi tadi tercapai kesepakatan pembagian sisa honor validasi data diserahkan kepada pihak kelurahan dan diserahkan pada Senin 11/01/2016. Dimana honor  diserahkan kepada RW masing-masing." Ungkap salah satu perwakilan Dinas Kesehatan Pekanbaru Yenni dan timnya.
 
Sementara Camat Marpoyan Damai Tri Sepna Saputra yang menanggapi tidak jadinya pembagian sisa honor dilakukan hari ini kepada riausky.com menilai batalnya pembayaran honor validata jamkesda karena ada miskomunikasi saja.
 
"Mungkin ada sedikit miskomunikasi antara pihak kelurahan dengan ketua RW masing-masing. Dan apabila pembagian sisa honor ini ditunda tentunya merupakan kesepakatan para ketua RW tersebut. Kita hanya bisa berharap data yang diberikan oleh bapak ketua RW merupakan data yang valid sehingga nanti jamkesda bisa tepat sasaran dan benar-benar diperoleh masyarakat yang tidak mampu."ungkapnya kepada riausky.com dikantor Camat Marpoyan Damai sore ini. (R06)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional