Alahmak! Doyan Makan Sejak Kecil, Bobot Yunita Naik Jadi 142 Kg

Alahmak! Doyan Makan Sejak Kecil, Bobot Yunita Naik Jadi 142 Kg
Yunita Maulidia opname di RSUD Sidoarjo kemarin. Tim dokter berusaha mengatasi keluhan sakit perut dan obesitas. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

RIAUSKY.COM – Yunita Maulidia hingga kemarin (18/6) masih diopname di RSUD Sidoarjo. Berat badan perempuan 19 tahun itu bertambah lagi. Berdasar hasil penimbangan, bobotnya jadi 142 kilogram.

Umiatun, ibu Yunita, mengungkapkan, bobot anak sulungnya tersebut saat ini paling berat. Sebelumnya, gadis yang tinggal di Desa Grinting, Tulangan, itu memiliki berat 125 kilogram. ’’Sulit turun,” katanya.

Yunita dilarikan ke RSUD Sidoarjo Senin malam (17/6) karena sakit perut. Dia masuk instalasi gawat darurat (IGD) pada zona merah. Dia dipindah ke lantai 3 IGD. Kemarin pagi, Yunita baru pindah ke kamar perawatan.

Di kamar tersebut, ada enam pasien yang dirawat. Yunita menempati tempat tidur nomor 6. Dia terbaring di tempat tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan. Napasnya tampak tidak lancar. Seperti orang sesak.

Di punggung tangan kirinya tertancap jarum infus. Sesekali dia merintih. Nyeri di sekitar area infus. Yunita sering minta kepada ibunya mengompres daerah itu dengan air hangat. Saat ditanya kondisi perutnya, bocah berambut pendek itu mengaku sudah tidak sakit.

”Tapi masih keras,” ucap Umiatun. Kerabat Yunita yang datang membesuk pun mengakui kondisi itu. Saat memegang perut Yunita, mereka juga mengatakan keras. Terutama pada bagian bawah. Pagi hari, dokter melakukan pemeriksaan. Untuk pernapasan, tim medis menyarankan Yunita menggunakan slang oksigen melalui hidung. Tapi, dia tidak mau. Sebab, menurut dia, lebih leluasa bernapas tanpa slang.

Menurut Umiatun, Yunita tidak diharuskan mengonsumsi obat. Hanya melalui cairan infus. Dokter pun belum memberi tahu tindakan yang diperlukan untuk Yunita. ”Kata dokter masih akan dikonsultasikan ke bagian bedah dulu,” ucap ibu 42 tahun itu.

Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan SpP menyatakan bahwa belum ada rencana operasi . ”Masih terapi konservatif. Baik untuk mengatasi keluhan di perut. Termasuk obesitasnya,” katanya.

Berat badan Yunita saat lahir hanya 2,5 kilogram. Tapi, sejak balita, dia doyan makan. Di usia 5 tahun, dia mulai menunjukkan tanda gemuk. Bobotnya meningkat tajam saat usia 12 tahun mencapai 80 kilogram. Berat tersebut terus mengalami kenaikan hingga 125 kilogram di usia 16 tahun. (R02)

Sumber: Jawapos.com 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional