52 Kali Getaran Gempa di Maluku Utara, 160 Rumah Rusak Parah 1 Meninggal Dunia 

52 Kali Getaran Gempa di Maluku Utara, 160 Rumah Rusak Parah 1 Meninggal Dunia 
Lokasi Pulau Bacan Labuha, Maluku Utara yang diguncang 52 kali getaran gempa.

HALMAHERA (RIAUSKY.COM)-  Gempa bumi bermagnitudo 7,2  disusul 52 kali getaran gempa susulan yang mengguncang Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mengakibatkan sejumlah kerusakan. 

Sebanyak 160 rumah dilaporkan roboh dan satu orang dilaporkan meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan.

"Dilaporkan juga adanya satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Dan (gempa) merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Senin (15/7/2019) dilansir dari detik.com.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa dilaporkan meliputi Kecamatan Gane Barat Utara, Kecataman Timur Selatan, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, dan Kecamatan Gane Timur di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Hingga pukul 01.00 WIB, telah terjadi 52 gempa susulan.

"Hingga 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 52 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 5,8 dan magnitudo terkecil M 3,1. 28 gempa di antaranya dirasakan," jelas Rahmat.

Sebelumnya, gempa M 7,2 tersebut berpusat di 62 km sebelah timur laut Kota Labuha, Pulau Bacan, dan terjadi pukul 16.10 WIB. Gempa ini telah membuat masyarakat menjadi panik.

Gempa tersebut membuat warga di sekitar kawasan pantai mengungsi. Mereka kini membutuhkan berbagai keperluan untuk bertahan di pengungsian.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional