RIAUSKY.COM - Ketua DPP PDIP Puan Maharani, menilai sosok Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan, memiliki peran penting dalam pergerakan politik beberapa waktu terakhir. Puan menyebut Budi Gunawan melakukan "kerja senyap".
Hal tersebut dia katakan usai menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional "Manusia dan Politik Kebudayaan" di Universitas Diponegoro,Semarang, Jumat.
Puan menyatakan tersebut menanggapi keberadaan kepala BIN dalam dua pertemuan penting tokoh politik Indonesia. "Pak Budi Gunawan sebagai Kepala BIN punya peran tersendiri, kerja senyap," kata Puan.
Budi Gunawan atau akrab dipanggil BG disebut-sebut menjadi sosok di balik pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Ia juga berperan penting dalam pertemuan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo belum lama ini.
Puan juga hadir dan duduk bersama di meja makan saat pertemuan Megawati-Prabowo di rumah pribadi Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Menurut Puan, jika ada orang yang bisa menjadi sosok pemersatu, maka akan sangat baik bagi bangsa ini.
Seperti diketahui, Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Megawati saat politisi ini menjadi presiden menggantikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Tak hanya Puan, politikus PKS Aboebakar Alhabsyi juga menyebut sang purnawirawan jenderal polisi ini sebagai aktor di balik pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.
"Saya memberikan apresiasi kepada Pak Budi Gunawan dapat menyiapkan pertemuan itu dengan indah, cantik, dan selesai. Sangat jarang, orang seperti Pak Budi Gunawan yang dapat mempertemukan dua tokoh yang berbeda pandangan," kata Aboebakar.
Menurut Aboebakar yang akrab disapa Habib, langkah yang dilakukan Budi Gunawan ini bertujuan mulia yakni untuk mempersatukan dua tokoh sentral di negeri ini guna mendinginkan temperatur politik nasional yang memanas pada pemilu 2019.
"Dengan adanya pertemuan Pak Prabowo dan Ibu Megawati, sebelumnya pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi, dapat menurunkan temperatur politik nasional yang menjadikan masyarakat lebih kondusif," katanya.
"Dari pertemuan antara Ibu Megawati dan Pak Prabowo, bagi saya yang menarik adalah siapa aktor di balik pertemuan itu. Pertemuan yang disiapkan dengan baik, cantik, dan selesai. Itulah kelebihan Pak Budi Gunawan," katanya.
Namun, anggota Komisi III DPR RI ini, menilai bahwa saat ini tidak ada makan siang gratis. "Dari figur-figur yang diajak dalam pertemuan itu, berarti ada teka-teki silangnya. Siapa, akan mengisi di mana. Banyak simbol-simbol seperti politik nasi goreng," katanya. (R01)
Sumber: Republika.co.id
Listrik Indonesia

