JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Usia jabatan Emma Sri Martini sebagai direktur utama PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel hanya sekitar 178 hari, sejak 29 Mei 2019 hingga Jumat ini 22 November 2019. Emma mulai hari ini ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi direktur keuangan PT Pertamina (Persero).
Emma ditunjuk sebagai dirut Telkomsel menggantikan Ririek Adriansyah yang kini menjabat sebagai direktur utama Telkom setelah Telkomsel menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada Kamis (29/5/2019).
Dalam RUPS tersebut pemegang saham Telkomsel, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). dan Singapore Telecommunications Ltd. (SingTel) melakukan penyegaran beberapa jajaran direksi.
Sebelumnya Emma menjabat sebagai presiden direktur di perusahaan pembiayaan pembangunan infrastruktur Indonesia yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Sebagai presiden direktur, Ia memegang tanggungjawab dalam pengembangan strategi perusahaan dan penerapan praktek tata kelola perusahaan.
Hari ini, Erick Thohir menunjuk Emma menjadi direktur keuangan Pertamina.
"Insya Allah saya rasa sudah putus dari beliau [Presiden Jokowi]. Pak Basuki [Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok] akan menjadi komut [komisaris utama] Pertamina didampingi oleh Pak Wamen Budi Gunadi Sadikin jadi wakil komisaris utama lalu nantii juga ada dirkeu yang baru ibu Emma dari yang sebelumnya dirut Telkomsel," kata Erick di Istana Negara, Jumat (22/11/2019).
Jumat tadi pagi, Emma terlihat menyambangi gedung Kementerian BUMN pagi ini sekitar pukul 10.35 WIB. Kedatangan Emma kali ini agak berbeda sebab tak bersama dengan tim dari Telkomsel, namun bersama dengan beberapa orang asal Jepang.
Ketika ditanya, dia hanya menyebutkan ada agenda meeting di kantor Menteri BUMN Erick Thohir ini.
"Mau meeting," kata mantan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur ini ketika ditemui di lobi kementerian BUMN, Jumat (22/11/2019).
Dalam sepekan ini, Erick Thohir memang memanggil beberapa direksi BUMN. Bahkan pada Selasa lalu, saat bertemu dengan 32 direktur utama BUMN, Erick menegaskan bahwa direksi perusahaan pelat merah tak perlu melobi demi mempertahankan jabatannya. Ia tak akan mencopot direksi pada BUMN yang kinerja keuangannya kinclong.
Sebelumnya, Emma pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Perusahaan Pengelola Aset, sejak 2004. Selain itu, Emma juga berkarier sebagai Komisioner PT Trans Pacific Petrochemical Indotama dari 2004-2009 dan Senior Vice President di Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) pada 2002-2004.
Emma memperoleh gelar master di Harvard Kennedy School Executive Education pada 2011 dengan konsentrasi pada bidang Infrastruktur dan Ekonomi Pasar.
Lantas siapa pengganti Emma di Telkomsel?
Situs perusahaan mencatat, di Telkomsel, Emma didampingi direksi lain yakni Direktur Keuangan Heri Supriadi, Direktur Network Iskriono Windiarjanto, Direktur Sales Ririn Widaryanti, Direktur Marketing Rachel Goh, Dirketur IT Bharat Alva, Direktur Planning & Transformation Edward Ying dan Direktur Human Capital Management Irfan A Tachrir.(R04)

