Soal Banjir, Politikus Demokrat: Yang Perlu Dinormalisasi Sebenarnya Hubungan Jokowi dan Anies Baswedan

Soal Banjir, Politikus Demokrat: Yang Perlu Dinormalisasi Sebenarnya Hubungan Jokowi dan Anies Baswedan

RIAUSKY.COM - Banjir Jakarta mulai surut, tapi debat panas soal peristiwa ini masih terus berlangsung, terutama di media sosial.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berpendapat, salah satu penyebab masih terjadinya banjir di wilayah DKI Jakarta adalah normalisasi Kali Ciliwung yang tidak kunjung selesai. 

Kata dia, 17 km dari 33 km kali Ciliwung belum dinormalisasi.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Anies, penyebab banjir kali ini bukan karena normaliasi Kali Ciliwung yang belum selesai. 

Sebab, banjir terjadi di sejumlah wilayah, termasuk wilayah yang sudah dinormalisasi seperti Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. 

Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, masalah banjir Jakarta dapat diselesaikan dengan cara pengendalian air di daerah hulu dengan cara membangun kolam retensi seperti dam, waduk, dan embung.

Perbedaan pendapat keduanya, ternyata mendapat sorotan dari masyarakat. Tidak sedikit pihak yang menyoroti hubungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat, terutama hubungan Presiden Joko Widodo dengan Anies Baswedan. 

Sorotan tersebut salah satunya datang dari Politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. Menurutnya, yang perlu dinormalisasi lebih dulu yaitu hubungan antara Jokowi dengan Anies. 

"Baru terbersit dipikiran saya: yang juga perlu di "normalisasi" itu sebenarnya hubungan antara pak  @jokowi dan mas @aniesbaswedan," kata Jansen melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (4/1/2020).

Kata dia, jika hubungan keduanya sudah dinormalisasi, maka rencana apapun di DKI Jakarta akan mudah dilaksanakan, termasuk normalisasi sungai. 

"Kalau ini sudah lancar (hubungan Jokowi-Anies), mau normalisasi apapun termasuk sungai dan lain-lain pasti akan lebih lancar. Guyub rukun duduk bareng. Itulah kunci utamanya," ujar Jansen. (R01)

Sumber: Akurat.co

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional