PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pada Jum'at (29/01) kali ini terasa berbeda di lingkungan Kantor Wali Kota Pekanbaru. Pasalnya, untuk pertama kalinya Mushalla Nurul Salim yang berada di lingkungan kantor Wali kota Pekanbaru diselenggarakn shalat Jum'at.
Para pegawai baik PNS maupun THL, wartawan yang bertugas di lingkungan Pemko Pekanbaru dan masyarakat umum turut melaksanakan Shalat Jum'at disana.
"Untuk pertama kalinya Mushala kita yang berda di lingkungan Kantor Wali kota Pekanbaru digelar shalat Jumat. Saya lihat jamaah yang hadir cukup banyak," ujar Ayat Chayadi selaku Wakil Wali kota (Wawako) Pekanbaru.
Wawako sendiri bertindak sebagai khatib dalam Shalat Jum'at berjamaah di Mushala kantor Wali kota ini. Dalam tausiahnya, Wawako mengambarkan tentang fenomena Gafatar dan aliran sesat lain di Indonesia. Ayat meminta jemaah kembali membaca dan berpatokan Alqur'an dan Sunah Rasul agar tak terpengaruh oleh aliran sesat.
"Agar terhindar dari gerakan radikal yang menyesatkan. Jamaah Jum'at yang berbahagia hendaknya kembali mempedomani Alquran dan sunah rasul," sampainya dalam tausiah.
Ditambahkannya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah merilis sepuluh kriteria aliran sesat dan menyesatkan. "Masyarakat kita diminta untuk memahami kesepuluh tersebut," katanya lagi.
Para pegawai lingkungan Pemko Pekanbaru menyambut dengan positif shalat Jumat berjamaah yang diadakan di Mushala Nurul Salim.
"Sekarang shalat Jumat sangat dekat, karena berada di lingkungan Kantor Wali kota. Shalat Jumat disini juga tidak sesak dan nyaman," ujar Feri salah seorang pegawai PNS Pemko Pekanbaru. (R05)
Listrik Indonesia

