RIAUSKY.COM - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Effendi Simbolon mengusulkan supaya menteri koordinator (menko) di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dihapus.
Menurut Effendi adanya Menko hanya memperpanjang birokrasi saja. Padahal Presiden Jokowi tidak ingin birokrasi yang berbelit-belit.
”Fungsi Menko enggak terlalu efektif, yaitu memperpanjang birokrasi yang enggak penting juga,” ujar Effendi dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/2).
Menurut Anggota Komisi I DPR ini jika pemerintah ingin memperpendek birokrasi. Maka ia mengusulkan tidak perlu adanya jabatan Menko. Sehingga bisa memudahkan dalam tugas.
“Jadi kalau mau berlari kencang enggak usah ada Menko,” tegasnya.
Birokrasi yang berbelit-belit ini menurut Effendi laporan yang telah dikerjakan oleh Menko tanggung jawabnya ke siapa. Sementara di kabinet ada Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Sehingga Effendi berujar, Menko tersebut akan bingung bertanggungjawabnya ke siapa di dalam Kabinet Indonesia Maju ini.
“Jadi entar si menteri bertanggung jawab ke siapa. Ke Presiden, Wapres atau ke KSP,” tegasnya.
Selain itu, Effendi juga mengkritik program Susi Pudjiastuti yang dihilangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Sejak ditetapkan menjadi menteri, Edhy menghilangkan kebijakan penenggelaman kapal asing di era Susi Pudjiastuti.
Menurut Effendi, ini sama saja Edhy Prabowo tidak sepakat dengan program yang telah disetujui oleh Presiden Jokowi pada era 2014-2019.
“Jadi ini kebijakan yang disetujui oleh Pak Jokowi dikoreksi oleh Edhy Prabowo,” pungkasnya. (R02)
Sumber: Jawapos.com
Listrik Indonesia

