Kalah Banyak dari Malaysia, Archandra: Cadangan Minyak RI Hanya Tersisa 0,2 Persen 

Kalah Banyak dari Malaysia, Archandra: Cadangan Minyak RI Hanya Tersisa 0,2 Persen 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar/net

RIAUSKY.COM - Mantan Wakil Menteri ESDM 2016-2019 Arcandra Tahar menyebut bahwa Cadangan Minyak Indonesia kini hanya tersisa sekitar 0,2 persen dari cadangan dunia.

"Cadangan (minyak) terbukti kita ada di bawah 3 miliar barel menurut data 2 sampai 3 tahun lalu, 0,2 persen Indonesia mewakili cadangan terbukti dunia," kata Arcandra Tahar saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Anggaran DPR, di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Untuk itu, Arcandra mengatakan Indonesia bukan sebagai salah satu negara yang kaya minyak, dengan cadangan terbukti hanya 0,2 persen dari cadangan dunia.

Selain itu, ia memaparkan Malaysia sendiri punya cadangan terbukti lebih besar dari Indonesia, dengan berada posisi 7 atau 8 urutan di atas Indonsiaa. Sedangkan Australia dan China memiliki cadangan lebih besar lagi, Arab kedua terbesar diikuti Iran dan Irak.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri menargetkan lifting atau produksi siap jual minyak sebesar 743.000 barel per hari (bph) pada tahun 2024.

Capaian target ini ditetapkan dalam data pembangunan dan target rencana strategis Kementerian ESDM dalam periode 5 tahun mendatang.

"Kami akan memanfaatkan sumur-sumur (minyak) yang sudah lama ditinggalkan atau sumur tua untuk bisa diproduksi kembali dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) atau biochemical surfactant," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya.

Program EOR, kata Arifin, diproyeksikan membutuhkan waktu lebih lama dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakter subsurface yang ada di Wilayah Kerja (WK) Migas.

"Memang, kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa dapat mendapatkan sumber formula yang tepat tentang komposisi EOR ataupun biochemical," katanya menjelaskan.

Sesuai dengan proyeksi Pemerintah, Lapangan Ande-Ande Lumut di Natuna bisa menjadi pendongkrak lifting minyak pada tahun 2023 sebesar 25 bpd.

Terdapat pula dua sumber lain yang jadi andalan, yakni Indonesia Deepwater Development/IDD (23 bpd pada tahun 2024) dan Lapangan Abadi, Blok Masela (36 bpd pada tahun 2027). (R02)

Sumber: Akurat.co

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional